Dear, Pak Dokter
"Yang memberikan nyawa pada kata cinta, dialah spasi di celah jari-jemarimu, seakan memberi jarak bagi hurufku untuk merindukanmu."
Reanna menghentikan gerakan jemarinya di atas kertas, membubuhkan tanda titik pada akhir kalimat yang ia tulis.
"Sudah?" tanya wanita itu ketika pria di hadapannya hanya diam.
"Kurasa cukup."
"Nama penerima?"
"Istriku tercinta."
"!"
Dengan spontan Reanna mengangkat wajahnya, menatap raut wajah pria yang sangat dirindukannya dengan kedua mata membola, dengan detakan pada jantungnya yang kian menggila.