Menikahi Ayah Angkat
Senyum kecil menghiasi wajah tampannya.
“Sayang, kok kamu ada di sini? Bukannya sekarang kamu harusnya berada di kampus?” tanyanya penuh keheranan sembari melangkah cepat menghampiri Shanna. Namun, ekspresi lembut Damar seketika berubah panik. “Sayang, kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali.”
“Sakit,” ucap Shanna pelan. Tangannya menggenggam tangan Damar dengan sangat kuat. Sementara tangannya yang lain masih memegangi perut bagian bawahnya yang sangat sakit. “Baba, sakit sekali.”