Pura-Pura Buta
Syarlinateringat saat bersamamuistri menangis karena mertuabertemu di muka buku ku jatuh hati padamu liriksampai dirumah aku menangis
jawabku diplomatis.
"Iya, Dil. Masa sakit ada janjiannya gitu," Tukas Dani membelaku secara tidak langsung ikut terkekeh.
Anak-anak juga tertawa setuju dengan pendapat Dani. Dilla memberengut kesal.
"Betewe kemarin kamu sakit apa sih kalau boleh tahu?"
"Demam," jawabku singkat.
"Susah amat sih dihubungi. Semua chat dan teleponku nggak diangkat," keluh Sita.