Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
After 30

After 30

"Iya, semua sales dan staff admin sudah kumpul semua Pak, Pak Revan bisa datang kan?" "Di mana?" Revan menatap isi rumahnya yang tak terlalu berantakan, ya dia kan hanya membawa satu koper berisi pakaian saja karena semua perabot sudah tersedia dengan lengkap. Revan berpikir sejenak, apakah dia akan datang ke acara itu atau tidak. Sebenarnya dia tak suka keramaian, dia selalu menjauhi pesta-pesta atau ke klub saat di ajak Asti dulu.
1014.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 520 kali sebagai dewan revolusi
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci

Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci

“Sidang—” Elena menatapnya. “Itu bukan pengalihan.” Leonardo berkata pelan. “Itu pusat operasinya.” Pada saat yang sama, di televisi nasional. Matteo muncul lagi, ia berdiri di depan gedung parlemen dan berkata. “Revolusi selalu lahir di tempat yang paling mereka percayai.”
677 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai dewan revolusi
Baca
+Pustaka
Dewi Ambigu

Dewi Ambigu

PART_5 BABAT ALAS “Apa ini? Jangan bercanda Wagu, dia itu hanya anak-anak, lagi pula seorang perempuan, bisa apa dia?” “Tentu saja bisa nangis.” “Siapa dia?” “Dewi Ambigu, cucu Kakek Wasis!” “Iya, dia satu-satunya peserta perempuan!” “Jangan-jangan hanya cari mati dia!” “Benar menyusul kakeknya secepatnya!”
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai dewan revolusi
Baca
+Pustaka
Atasanku, Suami Keduaku

Atasanku, Suami Keduaku

Pesan dari Dean masuk: “Besok jam 5, kita rapat di rumah Arsya. Jangan ada yang tertinggal.” Abdul mengembuskan asap terakhir rokoknya, lalu menutup laptop sambil tersenyum tipis. Semua persiapan sudah ia kunci rapat-rapat. Besok, ia siap menjadi perisai data untuk Arsya. ***** Jika Sarah sibuk mengatur agenda dan Abdul menyiapkan data, maka Dean adalah strategis yang merancang langkah politik di medan perang bernama RUPS Darurat.
9.9356.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.7K kali sebagai dewan revolusi
Tampilkan Ulasan (189)
Baca
+Pustaka
Martinabakir Artina
selalu sukaaa baca karya jus kelapa... imajiku bisa utuh menyeluruh melihat rangkaian ceritanya... puas banget... karya yang, mengalir indah selalu ada kata yg mengena di hati, selalu ada canda yg bikin senyum sendiri, terimakasih ya jus... sehat selalu dan selalulah berkarya....
Eka Defy
cerita kak njus tu selalu detail masalh umur dan lain2 sll diprhatikan,mnjadikan kisahnya tu sprti nyata ada. kisah CEO yg ditls kak njus ini lain dr yg lain,biasanya klo CEO itu bs melakukan apa aja bahkan sampe diluar nalar jd mmbosankn,tp ditangan kak njus kisah CEO ini seperti nyata sgt menarik
Baca Semua Ulasan
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Seorang penyair dari bangsa kristal, sebuah tarian dari makhluk api, resep masakan dari petani dimensi paralel—semua ini sekarang menjadi warisan bersama umat manusia. Di bidang politik, perubahan juga terjadi. Dewan Tiga Belas Berbintang dibubarkan, digantikan oleh "Majelis Suara", yang terdiri dari perwakilan setiap klan besar, aliran cultivation, dan—untuk pertama kalinya—mantan budak dan kaum tak bertanah. Kursi khusus juga disediakan untuk perwakilan Para Penyatu dan, secara simbolis, untuk Yang Terkubur. Rapat pertama Majelis berlangsung tegang. Banyak klan tua yang enggan melepaskan hak istimewa mereka.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai dewan revolusi
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Ling S2

Kaisar Dewa Ling S2

Dia bahkan mengeluarkan sedikit auranya yang berada di Ranah Dewa Kaisar Tahap Akhir untuk menekan pria paruh baya di hadapannya namun dia tidak segera menyerang mengingat saat ini tempat mereka berada adalah wilayah kekuasaan Choi Du atau Pimpinan Tertinggi Paviliun Perdagangan Pusat yang setara dengannya. Apa yang dilakukan oleh Raja Iblis Shi Huo tentu saja langsung menarik perhatian kerumunan. Orang-orang yang sedang berjalan keluar setelah puas mengikuti acara belerang langsung mengalihkan pandangan ke satu titik tertentu dan melarutkan kan yang karena terdapat sosok iblis bodoh yang berani menyinggung salah satu dari Raja Iblis Penguasa Kerajaan.
9.112.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai dewan revolusi
Baca
+Pustaka
Hamil Anak CEO

Hamil Anak CEO

Karena tidak mau ambil resiko akhirnya polisi membawanya ke rumah sakit. Seminggu telah berlalu, akhirnya hari yang sangat ditunggu oleh Revan tiba. Hari ini dia akan melaksanakan akad nikah ulang di kediaman Agung. Acara hanya sederhana karena resepsi akan dilaksanakan bersamaan dengan pernikahan Arya dan Raisa. "Bagaimana para saksi ... sah?" "Sah!" "Sah!" "Sah!"
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 877 kali sebagai dewan revolusi
Baca
+Pustaka
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

tanya Hakya kepada yang lainnya. Mereka semua terdiam mendengar apa yang Dewa katakan. "Kalau kalian dalam kurungan, maka keselamatan kalian adalah tanggung jawab kami. Tapi, kalau memang kalian memaksa ingin kembali ke keluarga kalian tidak masalah, tapi kondisi kalian seperti ini jangankan untuk kabur dari kejaran Ratu Ilmu Hitam, untuk makan saja kalian akan kesusahan," ujar Dewa lagi.
9.888.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai dewan revolusi
Baca
+Pustaka
ADDIVA

ADDIVA

Jiwa kepemimpinannya seakan menguar, begitu menyatu dengan Adit. "Siap, Ketua," jawab Revan tidak kalah tegas. Disini dia menjalankan tugas sebagai inti danger, bukan sahabat Adit. "Bar, lo juga ke markas. Ambil beberapa senjata yang sekiranya kita butuhkan untuk menyelamatkan Diva."
9.813.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai dewan revolusi
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Atau sesuatu yang lebih dalam? Sebelum salah satu dari mereka bisa berkata lagi, Bu Henny muncul di pintu. "Meeting dimulai dalam 10 menit. Konsepnya sudah fix?" Gio dan Alma saling pandang. "Fix," kata Gio, sambil mengambil spidol dan menuliskan satu kata besar di whiteboard: "REVOLUSI." Alma menatapnya, lalu perlahan tersenyum. Mungkin Gio benar. Mungkin inilah saatnya untuk memberontak.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai dewan revolusi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status