Dewa
Memberitahu bahwa Dewa telah sadar dan sedang melangkah ke kuburan Reihan.
Nisan menjadi saksi. Tanah merah yang ditaburi bunga-bunga tanpa tangkai mengenang kepedihan. Suasana menyesakkan dada. Chika, Dendi, semua sahabatnya, serta semua anak jalanan, termasuk Mawar, Refan, Caca, Enggar, Agus dan yang lainnya berbaris rapi di belakang Dewa yang sedang kalut dengan deritanya ditinggalkan saudara yang pernah dianggapnya bejat. Airmata tak jengah mengalir membasahi pipi pucatnya. Reflek kakinya tersungkur. Pantatnya menjauhi kursi roda. Dia memeluk nisan Reihan. Nyonya Finda jongkok di sebelahnya. Begitu pun dengan Ovan.
Hot Chapters