Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kebangkitan Dewi Bunga

Kebangkitan Dewi Bunga

Sayang sekali upaya perlawanan Yingge berakhir sia-sia. Bruukh! Tubuhnya berkali-kali mendapat serangan hingga ia terjatuh sekarat. “Kaisar, serahkan putri iblis padaku!” Di tengah sekaratnya, dewi merak menggunakan kesempatan untuk mengakhiri Yingge. Sedangkan para dewa dan dewi lainnya kembali fokus melanjutkan kesibukan mereka pada sebuah benda yang berada tak jauh di atas kepala Yingge.
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38 Beses bilang dewan revolusi
Read
+Library
Pacar Sejuta Umat

Pacar Sejuta Umat

**** Sementara itu, di dalam ruangan, mas Rio yang menggantikan ayah sebagai wali, duduk berhadapan dengan Dewa dengan tangan saling berjabat tangan. Tampak sesekali mas Rio mengusap matanya kasar, hingga mendapat tepukan di bahu untuk penyemangat dari pak Bagas. Pak Kyai menganggukkan kepalanya pada mas Rio, sebagai tanda untuk segera memulai. "Yunan Ardian Dewangga .... Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, adikku Dewi Revia Ananta dengan mahar seperangkat alat salat di bayar tunai."
1034.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 727 Beses bilang dewan revolusi
Read
+Library
Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

Rainer berdiri di ruang pertemuan utama di dalam istana yang kini berada di bawah kendalinya. Cahaya matahari sore menyelinap melalui jendela kaca patri, mewarnai ruangan dengan pantulan warna-warni yang lembut. Di sekelilingnya duduk tokoh-tokoh penting yang telah berperan dalam revolusi ini: Elyse, Lucian, Lord Durnhart, serta beberapa mantan bangsawan dan pemimpin rakyat yang kini berusaha membangun tatanan baru.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 55 Beses bilang dewan revolusi
Read
+Library
Murid 3 Dewa

Murid 3 Dewa

3 hari berlalu. Di Istana Kekaisaran She, Aula Utama kembali dipenuhi para Menteri dan Jenderal. Jenderal Wan masuk membawa laporan dan menundukkan kepala. "Yang Mulia, laporan tentang Aula Kematian sudah selesai." Jenderal Wan mengeluarkan gulungan dan menyerahkannya kepada Kaisar She. Kaisar She membuka gulungan itu dan membaca isinya. "Aula Kematian hanya menyerang pedagang budak dan para pendukung perbudakan."
1022.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 695 Beses bilang dewan revolusi
Read
+Library
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Luhan sedang berada di sudut aula Istana Langit, sambil melihat beberapa Dewa dan Dewi yang saling melemparkan suara pendapat mengenai peperangan dengan ras Iblis. Bisa di bilang Luhan sudah biasa melihat Dewa dan Dewi berdebat sepanjang hidupnya. Di samping Luhan, Dewi Air, Meya juga sama sepertinya. Meya juga tidak terlalu suka berdebat, jadi dia pasti akan bersama Luhan di pojokan menyaksikan perdebatan para Dewa dan Dewi. "Aku pusing mendengar perdebatan di antara mereka yang tidak ada habis - habisnya, apa mereka tidak lelah terus berdebat seperti itu setiap waktu..? "Luhan mulai mengeluh.
101.6K viewsOn holdIdinagdag sa Library 59 Beses bilang dewan revolusi
Read
+Library
HUKUMAN DEWA KEMATIAN

HUKUMAN DEWA KEMATIAN

titah Mahadewa sembari memberikan benda yang baru saja dia munculkan. "Ini akan menjaga kalian dari segela kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Apa lagi tadi kalian mengatakan Dick pernah menjadi bagian dari kelompok itu. Besar kemungkinan, dia pasti akan kembali ke sana untuk menguasai kelompok Naga merah. Biar bagaimanapun, Dick butuh anak buah jika ingin memiliki kekuasan." Tiga dewa yang mendengarnya sontak tertegun. Mereka setuju dengan apa yang dikatakan Mahadewa barusan. Mereka pun dengan senang hati menerima benda tersebut.
104.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 139 Beses bilang dewan revolusi
Read
+Library
Kembang Desa di Lubang Buaya

Kembang Desa di Lubang Buaya

"Ini bukan Rumah Sakit, Bibi! ini ruang tahanan. Revan telah nekat menyerang tuan Darius. Dan ia sedang dihukum di bawah sini." Bibi Noni kesal, ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia mengigit jarinya dan berusaha melihat keadaan Revan melalui celah pintu yang terbuka sedikit. Tampak di dalam Revan sedang tidak sadarkan diri, ia didudukkan di sebuah kursi kayu dan dalam kondisi diikat.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 37 Beses bilang dewan revolusi
Read
+Library
Cinderella Hot Story

Cinderella Hot Story

“Dewa ini, anggota dewan, yang kerjanya di itu, Pak … gedung DPR MPR di Senayan.” Radit ternganga beberapa detik untuk mencerna ucapan sang istri. “Anggota Dewan, beneran? Yang kerjanya rapat kayak di tipi-tipi?” “Yaa, kerjanya nggak cuma rapat, Pak,” ujar Dewa meluruskan, tapi tidak ingin menjelaskan tugas-tugasnya sebagai anggota dewan di depan Radit.
10263.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.8K Beses bilang dewan revolusi
Ipakita ang mga Review (121)
Read
+Library
Demigoddess
kamu mau tau kurangnya kamu apa Wa? Kamu tuh nyeremin...mknnya gosah intimidasi lawanmu...apalagi cewe....apalagi macem Rindu yg masih muda banget...blom pny pengalaman apapun...pastilah dia masih takut....ehhh kamu malah intimidasi or ancem dia apalagi kalo gak di kasih jatah lgs pergi buang Rindu
Shifa chibii
klo ngeselin mah aku udah kebal mbak beb,,dari jamannya cinta pertama akuh si Pras yg super duper nyebelinnya, g ada lawan pokoknya..trus dewa,banyu,dan sekarang tambah Abi,,tp ini si Abi ngeselinnya sampe tahap,diriku pengen nendang senjatanya..hehe..kuesel bnget pokoknya klo jdi Fika..sabar ya fik
Basahin ang Lahat ng Review
Kaisar Dewa Regera

Kaisar Dewa Regera

Dewa yang sebelumnya merusuh saat kenaikan ranah Luwang. "Aku dengar kedatanganmu terakhir kali karena Zurrark Fam, anakmu itu tertangkap klan Sheva setelah bertarung denganku," jelas Akara sambil menyeringai tipis, tapi pemimpin Fraksilah yang menjawabnya. "Mohon maaf tuan Regera, Zurrark Fam sudah membuat kerusuhan bukan karena perintah kami. Itu karena pria dari alam bawah bernama Baram, dialah yang menghasut untuk segera melawan tuan Regera!"
105.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 203 Beses bilang dewan revolusi
Read
+Library
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Karena itu, sekarang dia hanya membutuhkan satu minggu saja. .... Di atas sebidang dataran kecil yang melayang di udara tinggi, berbagai bangunan berdiri menjulang seperti negeri para dewa. Itu adalah Paviliun Dewa Langit! Di dalam Istana Penguasa Langit tempat tinggal Dewa Sembilan Revolusioner .... Bam! Noah ditampar oleh Silas hingga terlempar jauh. Di sudut mulutnya mengalir sedikit darah. Namun, dia tetap berlutut di lantai seperti seekor anjing.
9.51.1M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 37.0K Beses bilang dewan revolusi
Ipakita ang mga Review (92)
Read
+Library
Nor Berta
aku sebenarnya suka banget baca2 begini tapi kadang kalau nama asli harus diindonesiakan itu rasanya kurang pas.. bisa nggak ya nama karakternya tetap seperti biasa. atau tempatnya juga seperti biasa. itu juga memperkaya bahasa kita. jadi suka gemes. karna ndak suka sama nama kharakternya
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status