Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Pewaris Buta

Sang Pewaris Buta

'Aku harus waspada, aku tidak akan membiarkan perempuan manapun menindas hidupku lagi. Mereka berkendara dalam diam. Sampai di sebuah persimpangan yang ramai, Deo melihat sebuah gerobak pedagang kaki lima yang menjual martabak manis. Pria itu menatap Jono sebentar dan berkata, "Pak Jonathan, saya mau meminta izin untuk membeli martabak manis kesukaan istriku, bolehkah aku menghentikan mobil sebentar?" Jono mengangguk, tidak masalah hanya menunggu sebentar.
3.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 68 Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Read
+Library
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

Bukan pelukan ibunya, melainkan pelukan Mayang. Gilang mampir sebentar ke pedagang martabak manis di pinggir jalan, agar dia bisa berpura-pura jadi kurir FudGo. Kata orang, selain emas dan uang kertas, martabak manis coklat kacang juga ampuh meluluhkan hati wanita. Gilang membayar dua bungkus martabak manis dengan selembar uang seratus ribuan dan tanpa menunggu kembalian langsung melanjutkan perjalanan.
1045.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 905 Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Read
+Library
PESONA

PESONA

Rasa manis martabak membuat rasa sakitnya menjadi tak terasa. "Astaga, Nandini itu makanan pinggir jalan. Bagaimana kalau ada yang melihat dan mengetahui aku membeli martabak murahan? Aku ini artis, aku terbiasa dengan barang mewah dan mahal, nanti karirku bisa merosot karena berita aku beli martabak pinggir jalan."
1015.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 555 Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Read
+Library
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Setelah berkeliling akhirnya Almira memilih bakso, Almira memilih langsung makan ditempat karena perutnya sudah sangat keroncongan. "Martabaknya satu ya Mas. " Almira memesan pesanan Suaminya. "Loh Mbak Almira masih disini ya? " Tanya penjual martabak kepada Almira seperti kaget melihat kedatangan Almira, Almira memang mengenal penjual martabak itu karena rumah Mereka cukup dekat sama-sama mengontrak dan Istri penjual itu sering ngobrol dengan Almira.
105.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 204 Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Read
+Library
ISTRI GLOWING SUAMI KELING

ISTRI GLOWING SUAMI KELING

pinta Risma dengan sopan. "Baik, Mbak!" "Ini, Mbak. Yang ini saya jadikan satu, biar nggak riber bawanya," ucap bapak penjual martabak menunjuk plastik berisikan martabak manis dan martabak telur. "Terima kasih!" sahut Risma sambil mengulurkan uang.
103.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 84 Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Read
+Library
Pura-Pura Bangkrut

Pura-Pura Bangkrut

Melihat-lihat pedagang yang berjejer di sana sembari berpikir akan membawakan salah satu makanan di sana untuk Inaya dan Syafa. Istri dan gadis kecilku sangat menyukai martabak manis. Sepertinya aku harus berhenti sebentar untuk membelikan makanan kesukaan mereka tersebut. Namun, fokusku teralihkan ketika mata ini menangkap sosok seseorang yang sangat kukenal sedang berdiri di pinggir jalan tidak jauh dari para pedagang itu. Dari pakaian yang ia kenakan, aku yakin ia baru saja pulang kerja.
10138.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.3K Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Read
+Library
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Dan benar saja, di rantang yang paling atas berisi rendang hampir sepenuh isi rantang dan rantang yang kedua berisi martabak ketan hitam. Yang membuat Nismara heran, kenapa tukang martabak manis buka ketika hari masih lumayan pagi ini? Bukankah rata-rata penjual martabak berjualan ketika hari sudah mulai malam ya sekitar jam empat atau jam lima sore? Atau Nismara-nya saja yang kurang update tentang penjual martabak kekinian yang tidak melihat kapan waktu harus berjualan? "Awas, Nis, makanan itu bisa-bisa ada peletnya," ucap Bu Tari, becanda.
11.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 296 Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Read
+Library
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Hari ini ramai, tapi untunglah lancar-lancar saja. Kami mampir ke tempat penjual martabak yang tidak jauh dari rumah Mbak Rere. Benar saja banyak yang antri, karena martabak di sini memang enak. Tapi penjualnya cekatan banget, jadi pembeli tidak perlu mengantri terlalu lama.
1016.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 531 Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Ipakita ang mga Review (28)
Read
+Library
Teha
Jika berkenan mohon berikan ulasan tentang novel ini agar saya tahu apa yg pembaca sukai/tidak sukai. (Saya "bayi" penulis yg baru belajar berjalan.) Saya terbuka thd kritik & saran yg membangun, yg akan berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan saya ke depannya. Sekali lagi terima kasih banyak.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Basahin ang Lahat ng Review
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Jarak warung itu lebih dekat dari rumah baru kami dari pada dari toko Mas Seno. Setelah sampai warung aku lalu langsung memesan makanan. "Mbak. Tolong nasi campur dua ya."pintaku "Eh. Kamu bukannya istri Mas Seno?"tanyanya wanita yang bernama Wanti "Iya."jawab ku. "Sus... Susi sini. Ada calon madu mu tuch."serunya. Aku terkejut mendengar Wanti berteriak memanggil Susi dan mengatakan calon maduku.
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 131 Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Read
+Library
Istri Cantik CEO

Istri Cantik CEO

Leo sangat suka dengan martabak manis rasa coklat. Antrian pembeli untuk memesan martabak sangatlah panjang. Leo yang lelah kerja tetap ada niatan membeli martabak manis kesukannya. Ketika dirinya mengantri, beberapa pasang mata dari pembeli wanita menatapnya dengan memuja. Leo yang merasakan dirinya menjadi pusat perhatian pun menyadari akan hal itu. Saat dirinya hendak mendekat ke arah pembeli, tiba-tiba seorang wanita menabrak tubuhnya. "Ahh." Ringis Leo karena kaget.
5.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 219 Beses bilang di sebuah warung penjual martabak manis
Read
+Library
PREV
123456
...
9

Mga Madalas Itanong

Membahas kuliner khas dari Kecamatan Manis Mata memberikan kesempatan untuk menggali kekayaan tradisi dan cita rasa yang mungkin belum banyak dikenal. Salah satu hidangan yang paling menonjol adalah 'Sate Manis Mata'. Ini bukan sembarang sate; dagingnya dipilih dari bahan berkualitas dan dibumbui dengan resep rahasia yang diturunkan dari generasi ke generasi. Sate ini disajikan dengan sambal kacang yang creamy dan aroma yang menggugah selera, membuat siapa pun yang mencobanya jatuh hati. Rasa manisnya yang khas berpadu cantik dengan smokey flavor dari proses pembakarannya, menjadikannya favorit di kalangan penduduk lokal maupun pengunjung.

Tak hanya itu, 'Nasi Goreng Manis Mata' juga menjadi pilihan populer. Dengan perpaduan bumbu yang pas dan bahan segar, nasi goreng ini tidak hanya sekadar gorengan biasa. Di atasnya biasanya ditempatkan irisan telur dadar yang lembut dan kerupuk renyah yang menambah tekstur. Setiap suapan rasanya bikin ketagihan, dan sering kali saya melihat orang-orang berbagi porsi, tak mampu menahan untuk tidak mencicipi lagi. Jika kamu berkunjung ke sini, pastikan untuk mencicipi kedua hidangan ini, karena mereka benar-benar mewakili rasa dan budaya lokal yang begitu kaya.

Dan jangan lewatkan juga 'Kue Basah Manis Mata', yang biasanya disajikan sebagai camilan sore. Biasanya terbuat dari tepung ketan dengan berbagai isian seperti daun pandan atau gula merah, kue ini memiliki rasa manis yang alami dan tekstur kenyal yang membuatnya sangat nikmat. Makanya, saat mengunjungi Kecamatan Manis Mata, bersiaplah untuk dimanjakan oleh jajanan lokal yang unik dan menggoda selera. Cita rasa lokal yang kental ini pasti akan menyimpan kenangan manis bagi siapapun yang mencobanya.

I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status