Rayuan Maut Para Tetanggaku
Papa Adrian duduk di kursi utama, memberikan senyum tipis kepadaku.
"Selamat pagi, semuanya. Hari ini, saya resmi memperkenalkan Bima Adrian sebagai CEO baru Adrian Group," suara Papa menggelegar penuh otoritas.
Beberapa direktur tampak skeptis—aku tahu mereka meremehkanku karena latar belakangku. Namun, saat aku mulai bicara, aku menggunakan wibawa dan ketenangan yang kudapatkan dari latihan tenaga dalam bertahun-tahun. Aku memaparkan visi baru perusahaan dengan sangat tajam, menunjukkan bahwa aku bukan hanya punya otot, tapi juga otak yang brilian.