Dia yang Terluka
Di taman belakang dekat dengan tempat ibadah di rumah keluarga Oetama, terdengar suara percapakan pria dan wanita, sebenarnya mereka berbincang dengan suara yang cukup pelan, tetapi karena sudah malam dan terasa sangat sunyi sehingga obrolan mereka terdengar jelas di telinga Dio yang posisinya tidak terlalu jauh.
Semakin mendekat Dio mendengarkan suara tawa terkikik dari keduanya. Dio membuang muka dengan senyum tersipu malu kala harus menyaksikan kedua orang tuanya yang sedang bermesraan, diiringi oleh suara kecapan yang dihasilkan oleh Nadia dan Gio, Dio melangitkan doa untuk kebahagiaan kedua orang tuanya, penuh harap agar keduanya selalu rukun dan damai, hingga menikmati masa tua bersama
Bab Populer