Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Haram Sang CEO Dingin

Istri Haram Sang CEO Dingin

Sang Nyonya yang akrab disapa dengan panggilan Stevie itupun mengerutkan keningnya menunggu Sumi melanjutkan kata-katanya yang tidak jelas. "Anu apa sih Mbak?! Ngomong yang bener!!" Stevie sedikit kesal karena Sumi tampak ragu untuk menjelaskan sesuatu yang tidak dia ketahui. "Aduh, gimana ya 'Nya ngomong nya. Anu 'Nya! Itu! Si Diman." "Dari tadi kamu tuh bilangannya anu, itu, anu, itu. Ngomong yang bener dong Mbak! Diman kenapa?!"
1.4K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as diting
Read
+Library
Istri Kontrak Ceo Dingin

Istri Kontrak Ceo Dingin

Jujur mendengar kata makan saja, perut Aretha sudah berteriak dengan begitu berirama, memintanya untuk segera diisi. Itu sebabnya, melihat langsung menu apa saja yang telah disediakan oleh kantin kantor Elvan jelas adalah pilihan yang paling tepat untuk ia lakukan sekarang. Karena cacing-cacing di perutnya sudah berdansa, sehingga beberapa penjelasan dari Dirga sepanjang perjalanan mereka menuju ke bawah tidak terlalu menjadi pusat perhatian Aretha saat itu, ia hanya menjadi pendengar yang baik untuk apa yang di jelaskan Dirga.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as diting
Read
+Library
DIA MENGIKUTIKU

DIA MENGIKUTIKU

Pendaki itu datang, dengan membawa beberapa kotak makan. "Silahkan dinikmati, kalian terlihat sangat lapar" "Ahha, kami hanya makan mangga" Saat kami membuka kotak makan, betapa terkejudnya kami! Tidak ada makanan, hanya ada sekumpulan belatung, ulat, tanah, dan daging, yang berlumuran darah. "Apa-apaan ini?, jika kalian tidak mau menolong kami, tolong jangan seperti ini!" aku marah pada, pendaki itu.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as diting
Read
+Library
Terpikat Hasrat CEO Dingin

Terpikat Hasrat CEO Dingin

Duck confit with plum glaze untuknya, dan ricotta ravioli with sage butter untukku. Saat makanan sudah disentuh setengah, aku menyandarkan tubuh sedikit ke depan, daguku bertumpu di tanganku. “Jadi, bagaimana proyekmu di Seoul?” “Efisien. Investor puas. Dan aku tidak membunuh siapa pun.” Aku mengangkat alis. “Pujian rendah untuk sebuah keberhasilan.” “Itu realistis,” jawabnya sambil memotong daging bebek dengan rapi.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as diting
Read
+Library
Paman Angkatku itu Ayah Anakku

Paman Angkatku itu Ayah Anakku

Di atas nampan itu juga ada puding tapi puding khusus pasien yang barusan diminta David melalui pesan singkat. Setelahnya petugas gizi itu pun pamit keluar. “Dita dapat apa?” tanya Dika si jagoan yang punya cacing suka berontak di dalam perut. “Giliran makanan datang cepat, giliran datang dokter menjauh,” ejek sang saudara kembar. Dika hanya mencebik tapi memperhatikan semua menu di atas meja. “Mau ini Pa,” ucapnya.
9.832.0K viewsCompletedAdded to Library 799 Times as diting
Read
+Library
Ditalak Di Pelaminan

Ditalak Di Pelaminan

lanjutnya “Sepertinya aku juga,” saut Arka sembari membolak-balikan buku menu yang ada di tangannya, “Ingin makan makanan yang pedas, sayang. Kira-kira apa ya?” lanjutnya “Hm... Ingin makanan yang pedas ya?” Dahayu mengulang pertanyaan Arka untuk memastikan dan langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh yang bersangkutan, “Makan makanan yang pedas. Bagaimana kalau kamu pesan spicy curry katsu saja, Mas? Sepertinya itu enak. Atau kalau kamu ingin makanan Indonesia, kamu bisa pesan iga bakar. Pasti itu juga enak,” lanjutnya
3.3K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as diting
Read
+Library
Terjerat Pesona CEO Dingin

Terjerat Pesona CEO Dingin

Di meja makan, ada sepiring omelet dan mashed potato yang terlihat masih hangat. Astoria terdiam sejenak, memandang hidangan itu dengan kening berkerut. "Ini ... untukku?" ia bergumam pelan, seolah tak percaya. Rasa penasaran membuatnya melangkah lebih dekat. Ketika ia melihat ke arah wastafel, satu piring kotor tergeletak di sana. Tanda jelas bahwa Mikhail sudah makan lebih dulu. Astoria mengangguk paham, sedikit tersenyum di balik kebingungannya. "Oh, rupanya dia sudah sarapan duluan."
103.1K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as diting
Read
+Library
The Seductive Revenge

The Seductive Revenge

Untuk sesaat ia seperti kebingungan dan disorientasi, tak mengenali sekelilingnya. "Kita sudah sampai, cherry pie. Selamat datang di Singapore," ucap Dexter sambil mengusap-usap bibir ranum Jelita. Betapa ia ingin sekali memakan bibir menggiurkan itu sejak tadi, namun Dexter harus menahan diri karena ada anak-anak. Mata Jelita pun membulat sempurna. "Singapore?!" desisnya kaget. Mau makan malam saja harus ke luar negeri? Ya ampun, merepotkan sekali!
9.855.9K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as diting
Show Reviews (17)
Read
+Library
Black Aurora
lagi2 kesalahan teknis ...... setelah bab 100 malah loncat bab 104. tadinya aku mau save dulu, eh malah kepencet tayang ......... maap ya, kalo mau jangan dibuka dulu bab 104, tapi kalo udah keburu buka ya nanti pas giliran bab 104 muncul jangan dibaca lagi ya .........
Vella Febrian
tor terima kasih bnyak sudah mnyajikan karya semenarik dn sebagus ini,sprti biasa karya2mu gak usah diragukan lagi..yg prnh bca novelmu pst akn sll ketagihan,dn honestly crtamu yg ini mlebihi ekspktasiku krn emg sekeren itu..smpe ktmu lgi dicrtamu yg lain yah tor,aku sll mnantikannya
Read All Reviews
Istri Gelap Sang CEO Dingin

Istri Gelap Sang CEO Dingin

“Kau yakin ini bisa dimakan?” “Sepenuhnya bisa,” ujar Nayel yakin. Alaire mengambil satu potong, mencicipinya pelan. Lima detik kemudian, wajahnya berubah. “Ini… luar biasa.” Nayel mengangkat alis. “Benarkah?” “Luar biasa tidak enak,” katanya dengan senyum manis. “Tapi niatnya luar biasa. Jadi nilainya delapan dari sepuluh.”
1.1K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as diting
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status