Langit & Mega
Aku memberanikan diri untuk berbicara terlebih dulu.
Langit tidak bereaksi sama sekali, hanya diam mematung. Aku yang sudah mulai kesal dan sedikit takut memilih untuk melangkah pergi. Dibanding dia kerasukan betulan, kan? Mending kabur.
"Jangan-jangann lo kerasukan, ya?" cetusku pada Langit.
"Astagfirullah, buruan nyebut! Doa buru, berdoa!" perintahku pada Langit setelah itu aku segera membalikkan badan, membelakangi Langit. Lantas berniat pergi.