Desah Di Kamar Sebelah
Sumpah demi Tuhan, aku tidak mudah untuk menerima kenyataan pahit ini.
“Ina, sini. Kamu bisa pilih-pilih bedak, lipstik, atau parfum yang kamu senangi. Rata-rata baru. Ada yang bahkan belum kupakai sama sekali. Ayo, jangan sungkan atau malu-malu, ya,” ucap Nami penuh semangat seraya menarik pelan tanganku ke arah meja rias.