Hati yang Terbagi
"Nah gitu, dong. Kalau sudah sama-sama cocok langsung menikah, ga perlu pake pacaran. Pacarannya setelah nikah, baru keren."
"Ho'oh, iya! Paham."jawab Lea sedikit ngegas.
Setelah obrolan itu, kami sama-sama terdiam. Hingga aku sampai di kontrakan.
"Al, sampai ketemu besok, ya?"
"Besok?" ulangku. Rasanya aku ga punya janji dengannya besok.
"Iyaa, besok. Acara besok."
Aku masih belum paham, perasaan ga ada yang ngomong ada bakal ngadain acara.