Istri Gila Pak Dokter
Renaldi terkekeh pendek, nadanya mengandung sesuatu yang sulit dijabarkan—antara ejekan, candaan, dan ancaman tersembunyi.
“Eryas Ardianza…” katanya sembari menghela napas panjang, seolah akan memberi sebuah penghargaan, padahal belum tentu. “Kau adalah seorang dokter spesialis psikiatri dan virologi. Bukan hal yang mudah untuk bisa mencapai itu semua di usia semuda dirimu.”
Eryas membalas tatapannya, tajam dan penuh kalkulasi. Ia mencoba membaca maksud di balik senyum licik itu, dan perlahan berkata, “Apa yang Anda inginkan dari saya?”