Cinta dan Dilema
Bahkan Adri telah duduk manis di kursi sampingnya.
“Tidak juga. Kamu saja yang jalannya terlalu pelan.” Ingat konsep pertama, wanita itu tidak pernah mau disalahkan, begitu juga dengan Nana, ia langsung membantah Ucapan Adri.
Tak ada yang berbicara lagi, Membuat suasana itu terasa sunyi. Hanya terdengar suara musik di ponsel Nana yang masih mengalun indah. Adri yang mendengar lagu Melayu itu memandang wajah Nana Dengan penuh makna. Ia sadar dari tatapan itu ada banyak makna yang dipancarkan, rindu, patah hati, kecewa, kesedihan mendominasi disana, apa terjadi sesuatu?
Hot Chapters