Hantu Vila
Tercium juga bau amis hanyir yang sangat gak mengenakkan.
Aku semakin panik, lalu reflek menggebrak langit-langit angkot dengan keras.
“Berhenti Pak! Berhentiiiii!!” Aku berteriak begitu.
Kemudian angkot yang tadinya melaju cepat, perlahan mulai mengurangi kecepatannya.
Ketika angkot sudah sangat pelan berjalan, aku nekat melompat turun. Hasilnya, aku jatuh terduduk di pinggir jalan, gak apalah, yang penting bisa berhasil keluar.