Dijatah Lima Juta
Biar bagaimanapun, aku merasa malu mengangkat kepala menatap kedua calon mertuaku.
"Dila, jangan menunduk terus! Ayo makan! Yang tadi itu tidak usah dihiraukan. Manusia memang seperti itu Dil. Ada yang baik, ada yang jahat. Kalau semua baik, nanti yang ada neraka malah sepi, dan surga penuh. Kamu lupakan saja kejadian tadi. Kami tidak mempermasalahkan kata-kata mereka karena kami tau kebenaran tentang kamu," ucap mama Firman, suaranya begitu lembut.
Aku mengangguk pelan, suasana hatiku kini berangsur membaik, tidak seperti tadi saat bertemu keluarga merana.
Hot Chapters