Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Humming of Death

Humming of Death

Air shower mengucur deras, menghantam lantai kamar mandi dengan suara berulang, namun warnanya tak lagi jernih, melainkan merah pekat. Darah bercampur air mengalir di kaki Piero, hilang di lubang pembuangan. Ia berdiri mematung, mata terpejam di bawah guyuran air panas, membiarkan sisa pembantaian itu luruh dari kulitnya. Tidak ada rasa bersalah. Tiga nyawa sudah ia ambil, dua di antaranya dalam waktu kurang dari seminggu.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as dying inside
Read
+Library
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Darel dan Alana. Duduk berhadapan, berbicara dengan nyaman, tertawa bersama. Alfa mengembuskan napas berat. Itu bukan urusannya. Tidak ada alasan bagi dirinya untuk peduli. Tidak ada alasan bagi dadanya untuk terasa sesak seperti ini. Tapi langkahnya justru melambat, seolah pikirannya menolak untuk beranjak dari bayangan Alana di kafe itu.
817 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as dying inside
Read
+Library
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Namun, aku tidak pernah menyangka bahwa dia bahkan tidak peduli pada nyawaku. Di luar, suara pria mabuk semakin liar. Kata-kata kotor mulai terdengar jelas menembus pintu. Aku tahu, begitu pintu itu terbuka, aku pasti mati!
8.0K viewsCompletedAdded to Library 287 Times as dying inside
Read
+Library
Hasrat yang Mematikan

Hasrat yang Mematikan

Aku sudah lama mengalami frustrasi seksual hingga hormonku tidak seimbang. Jadi aku pergi ke salon pijat yang direkomendasikan temanku, berharap bisa sepenuhnya menyembuhkan kekosongan fisikku. Ketika tangan besar dan panas tukang pijat pria muda dan berotot itu menyentuh tubuhku, aku merasakan hasrat yang lebih membara di dalam diriku, mengancam untuk menghancurkan akal sehatku.
19.9K viewsCompletedAdded to Library 736 Times as dying inside
Read
+Library
DI ANTARA DUA MAFIA : DALAM PELUKAN MUSUH

DI ANTARA DUA MAFIA : DALAM PELUKAN MUSUH

Dendy mengepalkan tangan di atas meja besi ruang taktis, matanya menatap layar yang memantulkan merah darah dari peta Dresvane. Gumamnya nyaris tak terdengar, tapi cukup untuk menggema di ruang batinnya sendiri. “Kalau ini akhir kita... biar dunia tahu: Morgan mati bukan karena takut, tapi karena dunia terlalu busuk untuk dihuni.” Dendy berbicara di earpiece, suara makin berat:“Jangan paksa aku jadi saksi teman mati di layar, David. Kau bawa harga diri Morgan, tapi jangan bawa nyawamu untuk bayar ini.”
101.6K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as dying inside
Read
+Library
DEADLY SCHOOL

DEADLY SCHOOL

"Oh, sayangku," "Sebenarnya aku masih berharap kamu hidup lagi," "Kamu adalah berlianku, sayang," "Aku berjanji akan memberikan kebahagiaan padamu nanti," "Kumohon jangan mati, kumohon," lirih Yoga memasang muka sedih. "Hahahahahahahahaha!" Suara tawa Yoga dari dalam. "Dasar Psikopat gila," ujar Nobu dengan emosi. Mata Nobu yang tajam mulai menunjukan sisi marahnya. Tangannya terus mengepal menahan emosi yang hampir mau meledak.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as dying inside
Read
+Library
Unexpected Life

Unexpected Life

Mama Aluna menghembuskan nafas terakhir tahun lalu diakibatkan gagal jantung. Perempuan yang melahirkan Aluna itu jatuh pingsan saat sedang bekerja di yayasan. Berita ini sempat menghebohkan Vittorio group. Bahkan ketika pendiri Vittorio itu berpulang, yayasan meliburkan seluruh sekolah. Semua orang yang menempuh pendidikan dibawah naungan Vittorio turut mengantar nyonya besar ke tempat peristirahatan terakhirnya.
109.4K viewsOngoingAdded to Library 356 Times as dying inside
Read
+Library
Dark Life

Dark Life

Seolah itu takdir yang memang harus Jack hadapi. Tubuh kecil itu terbaring di atas tanah tanpa suatu alas, posisinya sama dengan hewan melata yang memang hidup di tanah. Tidak ada yang tahu pasti apa yang Jack rasakan saat ini. Ia tidak pernah mengungkapkan emosinya secara frontal kepada siapa pun, termasuk Gley—teman satu-satunya yang ia miliki. Pakaian penuh tambalan di mana-mana membuat Jack sekali lagi merasa kedinginan dalam kesunyian.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as dying inside
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as dying inside
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status