Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Elegi

Elegi

Hanya tinggal keheningan janggal yang tertinggal. Di sebuah pegunungan yang ditumbuhi pepohonan lebat, sebuah cahaya putih muncul secara tiba-tiba. Para manusia terbiasa menyebut wilayah itu termasuk ke dalam Britania Raya. Cahaya putih itu berubah terang, semakin terang, dan semakin terang, seolah berniat membutakan mata siapapun yang melihatnya, dan begitu cahaya itu menghilang tinggallah sesosok tubuh telanjang yang tergeletak di atas tanah lembab sisa hujan.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai edgar allan poe
Baca
+Pustaka
Life or Not

Life or Not

“Karena seseorang di zaman dahulu menggunakannya untuk mengoleksi gigi seorang wanita bernama Berenice.” “Oh lord bukankah itu hanya dongeng.” “Tidak itu bukan dongeng semata melainkan cerita yang dibuat oleh seorang jenius bernama Edgar Allan Poe.” “Terserah saja. Dan kenapa di sini terlihat...” “Menakutkan?” “Benar.” “Ini adalah sebuah keunikan bagiku ini lah diriku. seseorang yang memiliki sisi menarik dalam dirinya dan tentunya berbeda.”
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai edgar allan poe
Baca
+Pustaka
POEDJAN

POEDJAN

Sepertinya, Mustika akan jatuh cinta lagi pada Dedeng yang telah bertahun-tahun membuatnya jatuh di tempat yang menyenangkan. Setelah acara rayu-merayu, Dedeng menghabiskan nasi goreng kecapnya dan pergi menuju kator surat kabar yang pagi-pagi sudah ribut perihal sebuah karya dari seorang pujangga misterius mengenai keadilan dan kemerdekaan bagi umat manusia. Agak memusingkan, memang. Namun surat kabarnya sudah dikirimi sebuah karya puitis penuh harap dan penuh intrik. Dedeng yakin, cuan mengalir di tengah-tengah perselisihan nantinya. ***
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai edgar allan poe
Baca
+Pustaka

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana Poe menggabungkan horor dan keindahan dalam tulisannya. Bagi pemula, 'The Raven' adalah pintu masuk sempurna karena panjangnya yang manageable dan repetisi melodisnya yang memikat. Puisi ini seperti lagu sedih yang terus terngiang-ngiang di kepala, dan itu membuatmu penasaran untuk menjelajahi lebih dalam dunia gelapnya.

Setelah itu, 'The Tell-Tale Heart' bisa jadi langkah berikutnya. Cerpen ini menunjukkan keahlian Poe dalam membangun ketegangan psikologis. Aku ingat pertama kali membacanya—degup jantung khayalan itu seakan terdengar nyata! Karya-karya pendek semacam ini ideal untuk merasakan gaya Poe tanpa langsung terjun ke novel panjang seperti 'The Narrative of Arthur Gordon Pym' yang lebih kompleks.

Anda juga akan menyukai
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status