DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
Rania mendongak.
Ia melihat novel tebal bersampul hijau gelap—The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring karya legendaris J.R.R. Tolkien—yang baru separuh ia selesaikan semalam, kini berada di tangan Yudistira.
Laki-laki itu sedang membolak-baliknya dengan tatapan kagum.
"I—iya, Kak," jawab Rania tersipu, takut dibilang aneh karena membawa novel fantasi setebal itu ke kampus. "Baru baca sampai pertengahan, pas bagian Rivendell."