Kalimat itu selalu bikin merinding setiap kali kubaca.
'«habis gelap terbitlah terang»'—sekilas sederhana, tapi resonansinya dalam komunitas kita kuat banget. Bagiku frasa ini bukan sekadar kata-kata motivasional; ia kerja sebagai penanda kolektif: setelah periode sulit ada harapan yang kembali. Aku pernah lihat meme, poster kampanye sosial, dan caption Instagram yang memakai frasa ini pas masa pandemi dulu, dan tiap pemakaian selalu terasa personal meski dipakai massal.
Sering orang salah sangka tentang asal-usulnya: banyak yang mengira itu kutipan dari satu tokoh besar, padahal di banyak kasus ini lebih mirip peribahasa atau metafora budaya—dipetik ulang di berbagai lagu, judul artikel, atau even acara amal. Itu juga alasan kenapa ia viral: gampang dipahami, bisa dipakai di banyak konteks, dan penuh makna emosional. Aku suka membayangkan frasa itu sebagai lilin kecil yang dinyalakan berkali-kali setiap kali komunitas butuh penerangan. Kalau lagi bete atau capek, baca saja baris itu, kadang cukup buat napas baru.