Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEQUOIA

SEQUOIA

Baiklah, daging selanjutnya apakah berbentuk dadu? Setelah hari libur usai, datanglah lagi hari sekolah yang paling membosankan, Senin. Hari yang tidak disenangi seluruh umat pelajar. Termasuk Joita. Bukan karena apa, tapi karena pelajar di sekolahnya selalu membawa uang sedikit saat hari Senin. Tak tahu kenapa. "ICA! Pacarmu, nih!" Teriakan Mama yang menggelegar membuat Joi rolling eyes. Lagi-lagi orang miskin itu. Segera Joita menyelesaikan kegiatan mengikat tali sepatunya, lalu beranjak ke luar.
7.52.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai eleventh
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Yen dirimu lebih sayang arek kae Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro Aku ngalah dudu mergo aku wes ra sayang Aku mundur dudu mergo tresnoku wes ilang Nanging aku iki ngerteni Yen dirimu lebih sayang arek kae Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro"
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai eleventh
Baca
+Pustaka
Legenda Penjinak Monster

Legenda Penjinak Monster

Wajah Ten yang tersenyum perlahan berubah muram, dan dia segera menyuruh Sebelas pergi. “Kakak kesepuluh, kau benar-benar mengusirku demi orang luar?” Mata Eleven membulat seperti lonceng tembaga, dipenuhi rasa tidak rela. Mata Penjaga Kesepuluh dipenuhi amarah saat dia berkata dengan suara berat, "Aturan tetap aturan. Karena kau tidak bisa mengendalikan emosimu, maka pergilah." Mata Eleven menyala-nyala dipenuhi kebencian. Ia tampak seperti ingin menguliti Link hidup-hidup. Akhirnya, ia menggertakkan giginya dan pergi bersama anak buahnya.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai eleventh
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Kemudian Kesya membawa bibirnya berbisik tepat di telinga Sean. "Dari angka 1 sampai 10, katakan padaku di angka mana rasa rindu mu saat ini. Kesya katakan kau mencintaiku. Katakan seberapa besar cinta mu padaku. Kalau begitu, menikahlah dengan ku." ujarnya mengulang setiap kalimat terakhir yang pernah diucapkan Sean sebelum dia tertidur. "Sean.... rinduku di angka 10, apa kau tidak ingin memeluk ku?"
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai eleventh
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

Perasaan rindu yang membuncah bak hujan di bulan November, ditahannya. Entah mengapa malam ini terasa begitu panjang. Tak seperti malam-malam biasanya. Harun melewati setiap malam dengan baik, tanpa beban. Di atas sana langit tampak bersih. Tak ada satupun bintang yang nampakan diri. Namun, angin masih semilir. Mencoba menghibur perasan Harun yang kacau. Di pandanginya sekeliling. Baik-baik saja. Tetapi, perasaan pemuda itu benar-benar tak tenang. Wajahnya sungguh menampakkan kegusaran. Meski raganya tampak berusaha menenangkan diri. Napas panjang pun telah ia buang beberapa kali. Masih tetap tak ada satupun jawaban. Pikiran dan perasaannya benar-benar berantakan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai eleventh
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

089680911321 ____________ Sampai jumpa di cerbung-cerbung selanjutnya ya Assalamu'alaikum wr wb.
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai eleventh
Baca
+Pustaka
U

U

Bima POV: Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 17:30 sore. Aku dan beberapa teman sekelas bersiap untuk pulang kuliah. Aku membereskan barang bawaan ke dalam ransel. Kemudian berjalan keluar kelas yang kemudian disusul oleh kedua temanku. Dan tidak berapa lama, Yuda dan Ari ikut keluar dari dalam kelas dan berjalan melewatiku dan kedua temanku.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai eleventh
Baca
+Pustaka
TWELVE

TWELVE

“Terminal listrik.” “Iya itu, masa nggak ada yang konslet listriknya mati sendiri kan aneh.” Benar juga kata Bibi, listrik tiba- tiba mati tanpa ada penyebabnya. Ini mencurigakan dan kejadian itu selalu jam 12.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai eleventh
Baca
+Pustaka
10 Years Ago

10 Years Ago

FALLIN AGAIN “Tuhan, izinkan aku jatuh cinta lagi. Dengan dia yang selalu ada di sampingku ketika aku membutuhkannya.” ✈✈✈ Desember, 2005. Desember adalah bulan terakhir di dalam tahun ajaran semester gasal. Pada bulan ini kita selalu bertemu dengan yang namanya UAS, atau Ujian Akhir Semester. Seluruh peserta didik wajib mengikuti ujian ini tanpa terkecuali.
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 580 kali sebagai eleventh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status