Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PEREMPUAN MILIK MORETTI

PEREMPUAN MILIK MORETTI

Kali ini — tidak sepenuhnya mutlak. Elena bergerak lagi. Lebih cepat dari sebelumnya. Cahaya berubah. Retakan itu — setengah terlihat. Ambigu. Mengganggu. Menarik. Ia tidak menunggu. Ia tahu. Dan benar — "Seratus sebelas." Tenang. Tepat. Tidak perlu tinggi. Mengambil kembali kendali yang sejak tadi bukan sepenuhnya miliknya.
1.2K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as eleventh
Read
+Library
Sebelas Tangkai Mawar

Sebelas Tangkai Mawar

Bagas langsung merebut buku yang di pungut Rara itu, dan menatap Rara tidak suka. "Pak, itu adalah 𝘱𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘣𝘢𝘬 𝘚𝘪𝘯𝘵𝘢! Kenapa bapak mengambil seenaknya!" Rara kembali merebut buku itu dari tangan Bagas. Perebutan buku tidak dapat di elakkan, seperti dia bocah yang memperebutkan permen.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as eleventh
Read
+Library
Selìni

Selìni

Sedang berdasarkan perkiraan arah pandangan Calum, titik yg dimaksudnya berjarak memakan lebih dari sepuluh langkah dari tempat Elea berdiri. "Siapkan panahmu. Tembak saat titik sudah tepat di vital." Dalam hati Eleanor bergidik. Mereka hanya berburu ikan, bukan rusa, kelinci, atau hewan lainnya, bukan juga hendak menembak rogue berbahaya! Mengerikan sekali mendengar jika sasaran tembak harus tepat di vital agar dapat melumpuhkannya. Itu cuma ikan!
979 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as eleventh
Read
+Library
Reuni

Reuni

Dan bahkan dipanggilan terakhirnya nomor Dimas sudah tidak aktif lagi. "Kamu jahat...aku benci kamu.....", Mahira menangis sambil memukul-mukul dadanya, tubuhnya lemas lunglai dan pikirannya kacau. Ia berjalan menuju kamar menghampiri Glen yang sedang tertidur pulas, dipandanginya putranya itu dengan seksama, dielus rambutnya dengan penuh cinta.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as eleventh
Read
+Library
Cinta Akhir Oktober

Cinta Akhir Oktober

Bab 3 Lily membenamkan tubuhnya dalam dekapan selimut tebal. Bulan desember kali ini, hujan sering mengguyur tempat ia tinggal. Hawa semakin dingin ketika malam datang. Matanya terpejam, banyak sekali pertanyaan dalam benaknya. Apa yang harus dilakukan ketika lulus nanti, langkah apa yang bisa diambil untuk memperbaiki nasibnya, terutama ekonomi keluarga.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as eleventh
Read
+Library
Liara

Liara

Sedapat mungkin ia harus mencegah Hagan turun tangan. Atensi Redrick terkumpul lagi. "Aib apa?" Menarik napas, Liara berkata, "Aku pernah mengirmi surat cinta padamu. Yang sampulnya biru. Kau juga tidak ingat itu?" Benar-benar kebetulan luar biasa. Redrick mengingat yang satu itu. Ketika itu ia duduk di kelas XI. Sebuah surat cinta bersampul biru dengan tanda hati di sudut atanya menghuni laci meja di pagi hari.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as eleventh
Read
+Library
Tanpa Lamaran Ke-101

Tanpa Lamaran Ke-101

Lagi pula, aku tidak ingin menyia-nyiakan sisa waktu hidupku yang tinggal sedikit ini untuknya lagi. "Lamaran yang ke-100 sudah selesai. Hubunganmu dan hubunganku juga sudah berakhir." Mendengar ucapanku, ekspresi Amanda mendadak terlihat lega. Sepertinya dia sangat yakin bahwa aku tidak akan tega meninggalkannya. "Jangan kekanak-kanakan, Yoga. Hubungan selama tujuh tahun, apa kamu bisa melepaskannya begitu saja?" "Tenang saja, saat lamaranmu yang ke-101 nanti, aku benar-benar akan menerimamu dan memberikan status yang layak untukmu."
959 viewsCompletedAdded to Library 22 Times as eleventh
Read
+Library
SELUMBARI

SELUMBARI

Aku mengembuskan napas perlahan. “Ini, Kak.” Vian memberiku sebuah kertas sambil tersenyum. Aku mengulurkan tangan, menerimanya. Ada angka yang cukup besar terletak di kanan atas, 98. Ah, ini kertas ujian bahasa Indonesia. Aku mulai melihat soal-soal yang ada.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as eleventh
Read
+Library
Castle

Castle

"Aku yakin kau hanya perlu melangkah sampai hitungan ke sepuluh." "Aku harus melanjutkan hitunganku," ucapku sambil melanjutkan langkah kakiku dan Tom kembali menuntunku. "Dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, se—" "Berhenti!" Tom memberhentikan langkahku. "Ini sudah sepuluh langkah dan kau harus berhenti" Aku mendengar suara langkah kakinya yang bergerak ke belakangku. Kemudian dia melepaskan ikuatan penutup mataku.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as eleventh
Read
+Library
ALVAREZ

ALVAREZ

Archilles Phrogio 5. Ray Valenco 6. Alea Zaneta 7. Selena Hazel— 𝗚 𝗟 𝗔 𝗗 𝗜 𝗔 𝗧 𝗢 𝗥 1. Alegro Gerran Pratama 2. Noah Dres Herga 3. Gavin Balker 4. Aleera Madison Pratama 5. Violette de Canberra ***
109.4K viewsOngoingAdded to Library 252 Times as eleventh
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status