SELIR HATI
suara David tenang, tapi tekanan di baliknya cukup membuat bulu kuduk merinding.
Gita membuka mulut dengan bibir gemetar, mencoba menjawab pertanyaan. “Namaku… Gita.”
Beberapa orang di ruangan tampak mengangguk, seolah puas dengan jawaban itu. Tapi suasana belum reda ketika salah seorang tamu asing tertawa kecil. Tawa itu dingin, penuh sindiran.
“Gita? Hanya Gita?" Lucu sekali. Aku pernah mengenal seorang gadis dari desa kecil di dekat perbatasan. Wajahmu nyaris sama. Dan namanya... Gita Nur.”
Hot Chapters