Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO AROGAN MENGEMIS CINTAKU

CEO AROGAN MENGEMIS CINTAKU

Bukan sekadar gelap, tetapi ditenun dengan warna ungu tua dan biru safir yang pekat, seolah bisa ia jangkau dan sentuh. Di sudut pandang terbaik, sebuah meja makan telah disiapkan. Ini bukanlah meja makan biasa. Bukan meja kayu atau marmer. Rasya telah merancang sebuah singgasana santap yang terbuat dari ukiran es bening yang memantulkan cahaya, dihiasi kristal kecil, dan dikelilingi oleh tirai tipis berenda yang melambai lembut tertiup angin. Itu adalah tontonan yang benar-benar jauh berbeda dari makan malam romantis pada umumnya, lebih menyerupai adegan dari dongeng.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai enchanting table
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Sang Miliarder Terkutuk

Istri Kontrak Sang Miliarder Terkutuk

Senja sudah turun pelan di balik kaca jendela toko. Cahaya matahari menyusup samar, mewarnai rak-rak ramuan dengan rona keemasan yang hangat. Vale’s Enchantments sudah sepi. Tak ada lonceng pintu yang berdenting, tak ada yang bertanya soal kristal pembersih energi atau minyak pelet alami. Hanya Meri, duduk bersila di balik meja kayu, buku-buku catatan tua peninggalan Nenek Vale tersebar di meja—lembaran yang rapuh, tulisan tangan yang hampir hilang, dan simbol-simbol sihir.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai enchanting table
Baca
+Pustaka
Just For Fun, Gak Boleh Baper! (Trilogi Just, Seri-2)

Just For Fun, Gak Boleh Baper! (Trilogi Just, Seri-2)

“Bran?” Dagu indah Arini turun ke bawah seiringan dengan kelopak mata melebar. Dadanya mendadak hangat melihat meja kecil yang dihiasi dengan taplak berwarna putih dilapisi dengan maroon berbahan sutera di bagian atas. Ada lilin menyala di dalam wadah khusus di bagian tengah dan botol anggur merah di sampingnya. Di belakangnya ada menara kembar yang bercahaya indah dari kejauhan. Sungguh posisi meja yang sangat strategis.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai enchanting table
Baca
+Pustaka
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Langit-langit tinggi berhiaskan ukiran daun emas, dan cahaya matahari menembus kaca patri, menumpahkan warna ungu lembut di meja panjang yang telah tertata sempurna — porselen putih, sendok perak, dan anggur merah tua di decanter kristal. Lucianne duduk di ujung meja, sikapnya tenang namun jelas memegang kendali. Lady Vareen di sisi lain, tersenyum dengan cara yang mengingatkan pada seseorang yang tak pernah membiarkan satu pun kata keluar tanpa makna tersembunyi. Madeleine Charbonneau menyesap anggur perlahan, matanya berkeliling ruangan. “Kastil ini selalu menakjubkan,” katanya lembut. “Setiap ukiran tampak dirawat seolah waktu sendiri takut merusaknya.”
8.92.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai enchanting table
Baca
+Pustaka
Ceraikan Aku, Mas!

Ceraikan Aku, Mas!

Begitu masuk, seorang wanita dengan setelan rapi dan tablet di tangannya langsung menyambut mereka dengan senyum profesional. "Selamat siang, Mbak Rana, Mas Zayyan. Saya Nadine dari Enchanted Wedding. Kami sudah menyiapkan beberapa konsep sesuai preferensi kalian." Rana dan Zayyan duduk berhadapan dengan Nadine, lalu memperhatikan presentasi yang ditampilkan di tablet. "Konsep yang kalian inginkan lebih ke arah intimate wedding dengan sentuhan elegan, benar?" Nadine memastikan.
9.336.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 917 kali sebagai enchanting table
Baca
+Pustaka
Magical!

Magical!

Mengubah atmosfer ruangan dingin dan kelam menjadi sedikit lebih hangat. Namjoon menggelengkan kepala sembari terus tertawa,. Ia berusaha mengenyahkan ingatan menggelikan itu dari kepalanya seraya menarik kue di tengah meja agar lebih dekat padanya dan menyalakan tujuh lilin yang sudah ia tancapkan disana.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai enchanting table
Baca
+Pustaka
Enigmatic

Enigmatic

No debat, bye! Menyimpan ponsel ke dalam tasnya kembali, tiba-tiba Kiran di kagetkan dengan suara buku jatuh dari arah samping kirinya. Benar saja, ada satu buku resep masakan yang tergeletak di lantai. Memang aneh dengan buku yang jatuh dengan sendirinya itu, namun entah kenapa Kiran memberanikan diri mendekati buku itu. Perlahan, cewek itu membungkuk, mengambil buku itu dan menaruhnya kembali ke tempatnya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai enchanting table
Baca
+Pustaka
Ethereal

Ethereal

Alkohol mahal ataupun kopi pekat adalah satu-satunya hal yang cocok untuk menemani meja sang Boss. Tapi saat ini, Bossnya, seorang Damon Gasendra sedang mencicipi coklat panas buatan waitress yang saat ini sedang memeriksa kumpulan receipt, dengan satu kotak penuh eclaire 7 rasa yang disebut sebagai andalan cafe tersebut sebagai hiasan lain di meja mereka. Dengan tatapan elangnya, Damon sesekali menatap wanita itu. Ada satu hal yang mengganjal pikirannya, wanita itu tidak mengenal Damon sama sekali.
102.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai enchanting table
Baca
+Pustaka
Istri Cacat sang Raja Arogan

Istri Cacat sang Raja Arogan

"Silahkan masuk Yang Mulia" Earwen mengambil troli tersebut dan berjalan masuk. Jack menutup pintu tersebut dan membiarkan kedua pasutri itu saling mengobrol dengan nyaman. "Kenapa kau datang kemari?" tanya Edmund dengan suara baritonnya. Earwen tersenyum kecil dan mengambil piring yang berisikan chocolate souffle dan meletakkannya tepat diatas meja kerja Edmund. "Saya membuat itu Yang Mulia."
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai enchanting table
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status