Dendam yang Mengakar di Jiwa
Putriku menderita penyakit jantung bawaan.
Butuh waktu lima tahun, akhirnya mendapatkan donor jantung yang cocok.
Sebelum masuk ke ruang operasi, suamiku yang merupakan ahli bedah jantung berjanji padaku dengan mata berkaca-kaca, "Sayang, tenang saja, aku janji akan membuat putri kita sehat kembali."
Namun di tengah operasi, suamiku buru-buru meninggalkan ruang operasi tanpa memberikan penjelasan sedikit pun.
Aku bergegas masuk ke ruang operasi sambil terhuyung-huyung.
Dada putriku telah disayat terbuka, dan tubuhnya bersimbah darah.
Asisten suamiku yang berada di samping berbicara dengan gugup, "Dokter Andre bilang … katanya Yoan masih bisa menunggu, tapi kondisi putra Kak Diana jauh lebih kritis, jadi Dokter Andre membawa donor jantung yang seharusnya untuk Yoan … "
Perasaanku sangat terpukul, aku terus-menerus menghubunginya seperti orang gila.
Bahkan ketika putriku kehilangan banyak darah hingga meninggal, suamiku tetap tidak mengangkat teleponku ….
Ketika sedang mengurus jenazah putriku, aku membaca unggahan di media sosial dari teman masa kecil suamiku, Diana Jatmiko.
[Ternyata hanya salah diagnosis, bikin kaget saja. Karena sudah nggak berguna, jantung ini buat anjing kesayangan kami.]
Di dalam video itu, anjing peliharaan Diana terlihat memakan jantung yang seharusnya didonorkan untuk putriku.
Melihat tubuh putriku yang terbaring kaku, tidak ada lagi cinta yang tersisa di hatiku.
Saat suamiku teringat putrinya di meja operasi, yang tersisa hanya ruangan kosong dan meja altar kecil ….