Mempelai Pria yang Tertukar
"Nggak perlu, Nik. Aku menghargai keberanianmu membuka aib, juga usulmu. Tapi semua itu tidak perlu. Mas Esha nggak gay, Nik. Mas Esha, ehm, sehat perkasa sakti mandraguna."
"Hah, jadi kamu sudah main kuda-kudaan sama Esha? Syukurlah, berarti kekhawatiranku tidak beralasan." Menik menadahkan tangan dalam posisi berdoa. Ia sangat bersyukur karena Arimbi tidak perlu sengsara karena menikahi seorang gay.
Akan halnya Arimbi, ia seketika merasa bersalah pada sahabatnya. Tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin baginya membuka aib rumah tangganya sendiri.
Sikat na Kabanata