PUTRI YANG TERTUKAR
Tanda itu ternyata tanda lahirnya yang dianggap langka!
Ana menutup halaman arsip itu keras. Namun ia tetap membawa kitab itu dari kamarnya. Setengah berlari, dia pergi menuju kamar ayahnya, Rowan Wendsley.
Ia harus menemuinya sekarang. Tidak boleh ditunda!
Begitu melihat Ana, Rowan tersenyum menyambutnya seperti biasa. “Ana ada apa?”
“Jelaskan ini Ayah?” Ana mengangkat kitab itu tinggi. Bersigegas, Rowan mengambil kitab itu dari tangannya. Seketika Rowan terdiam, lidahnya kelu. Jantungnya berdetak lebih cepat.