UNREQUITED LOVE (INDONESIA)
uka yang lebih dalam.Pelan-pelan semua beruaha mereka sampaikan andai medannya tidak memungkinkan maka mereka akan tetap berjuang.“Jadi telpon kah ?” tanya Rania.“Nggak usah sudah, nanti saja aku kesana.’ Jawab Pak Wahyu via chatingannya.“Oh, maaf hari ini saya mau ke kampus.”“Oh, ya ?”“Iya, tapi bukan kuliah kok.”“Janjian dengan Pak dosen ?” Tanya Pak Wahyu langsung ke pusat rasa sakit.“Bukannnnn.”“Lalu ?’“Ada panggilan dari kampus, kampus ingin mempertemukan saya dengan Pak Leo.”“Oh, cara yang bagus itu.”“Iya, mohon doa ya.”“Iya, pasti.”Mereka pun mengkhiri perbincangan. Rnia tersenyum sambil memanjakan dirinya diatas ranjang, bergulung-gulung dengan rasa bahagia. Entah kenapa ia merasa se
Chapitres populaires