Candu Dekapan Kakak Ipar
“Kamu sendiri dulu menolak perjodohan ini. Kamu juga tidak langsung mencintai Sultan.”
Fairish mengepalkan jemarinya di atas pangkuan. Dadanya sesak.
“Sekarang Mama tanya,” suara Linda meninggi tipis. “Kurang apa Sultan? Dia mapan, berpendidikan, namanya bersih, keluarganya terpandang. Kamu hidup nyaman, semua kebutuhan kamu terpenuhi.”
Fairish mengangkat wajahnya perlahan. Matanya berkaca-kaca, namun suaranya justru terdengar jujur.