Batal Akad
ujar Emir sudah duduk di depan Farah, sambil menenteng kotak bekal lalu dengan cepat membukanya.
Ali melirik Farah, bukannya tadi katanya itu tas buatannya? Ternyata malah pemberian Emir. Ali mengangkat bahu, satu point berkurang untuk Farah, yaitu mudah berbohong. Ali melanjutkan menghabiskan minumannya, sambil berbicara santai pada Emir. Dua bulan lagi, saudara Fajar itu akan bersiap untuk tesis. Tentu saja, tandanya Emir sebentar lagi akan kembali ke Indonesia, sedangkan ia dan Farah, masih harus bertarung dua tahun lagi.
"Enak, Far. Pintar kamu masaknya," puji Emir tulus saat nasi goreng nanas tersebut tidak tersisa barang sebutir pun di dalam kotak bekal.
Hot Chapters