Rahasia Cincin Emas di Jari Manis Suamiku
Menghapus air mata yang membasahi pipi mulusnya, Fatma mulai menyadari sesuatu.
"Ternyata kesetiaanku selama ini hanya dibalas seperti ini olehmu Mas, aku tak percaya tapi ini adalah fakta. Mas, kamu tega!" Fatma bergumam lirih, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Cukup! Cukup aku menangisimu hari ini Mas, cukup. Akan kubuktikan padamu Mas, bahwa aku layak jadi istri terbaik dan terpilih. Kamu akan menyesal Mas, menyesal karena sudah menelantarkanku. Kamu akan menyesal, Mas. Menyesal!"
*****