Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai
Tetapi bagi Fatih dan Laras, diam adalah bahasa yang selama ini mereka pahami bersama.
Fatih mempererat pelukannya di tubuh Laras yang masih terasa dingin.
Kini, keduanya polos tanpa satu helai benang pun.
"Ras, sejak pertama melihatmu, aku langsung jatuh cinta padamu," ucap Fatih, kembali menatap Laras. "Aku tidak peduli dengan keadaanmu seperti apa? Penilaian orang terhadapmu seperti apa? Aku hanya tahu kalau aku menyayangimu. Aku berharap, setelah ini kamu siap bertemu dengan keluargaku, dan memberitahu mereka tentang pernikahan kita," lanjut Fatih, membelai pipi Laras yang merona.
Hot Chapters