Sisa Cahaya di Jalan Gelap
Ia merapikan gaun, menyiapkan senyum palsu, dan melangkah perlahan mendekat.
Mobil hitam itu berhenti tepat di depan Ratri. Kaca jendela perlahan diturunkan, memperlihatkan wajah seorang pria paruh baya berperut buncit, mengenakan kemeja licin yang masih menyisakan aroma parfum mahal. Tatapannya liar, menyapu tubuh Ratri dari ujung kaki hingga ke bibirnya.
“Hai, nona cantik,” sapanya dengan senyum miring. Suaranya berat, penuh nafsu terselubung. “Berapa permalam?”
Bab Populer