DINGINNYA SUAMIKU
Namun, laki-laki itu berjalan melewatiku tanpa berkata, lalu berhenti di depan pohon pisang.
"Pohon pisang ini, pohon yang sangat baik dan tidak peduli diri sendiri. Dia cuma berpikir, bagaimana caranya bisa bermanfaat untuk makhluk hidup lain. Bayangan saja, setelah satu kali berbuah, dia pasti akan mati. Namun, daunnya masih bisa dimanfaatkan, buahnya bisa dimakan, dan dia sudah menumbuhkan tunas baru untuk menggantikan tugasnya yang selesai." Mas Arsya bermonolog sambil sesekali menoleh ke arahku.
Ah, entahlah. Aku masih belum paham dengan filosofi yang Mas Arsya ucapkan. Setiap kata yang kudengar itu, seperti punya arti tersendiri, tapi aku masih belum mengerti.
ตอนยอดนิยม