The Secret Behind The Rose
Polesan demi polesan pensil mengukir garis wajah perempuan di depannya ini, dengan lembut penuh perasaan, gambar yang begitu nyata tampak bernyawa terlukis di kertas biasa miliknya.
Dea berbalik menghampiri Aina yang sedang duduk di kursi taman.” Kamu melukis apa Ai?” tanya Dea penasaran.
“Ini untuk kamu, Dea.” Aina meyodorkan kertas tersebut.
Betapa senangnya Dea melihat dirinya dilukis Aina begitu indah sekali, garis wajahnya, matanya, semuanya begitu mirip dan tampak nyata. Tidak lupa tanggal pembuatan dan tanda tangan Aina di bawah gambar terselip kecil, harapannya agar Dea selalu mengingatnya.
Bab Populer