Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
YOU

YOU

Kata Aluna Ketika dirinya melewati Nasyika dan Fahrunnisa yang masih menunggu kedatangan sekolah tanggung jawabnya. Aluna beserta rombongan memasuki Gedung A, gadis itu langsung mengarah ke pintu lift yang terletak di sebelah kanan Gedung dekat dengan pintu masuk. Ia menekan tombol lift, pintu lift pun terbuka. Aluna mempersilahkan rombongannya untuk masuk lebih dulu dan disusul dirinya, ia kembali menekan tombol lift agar pintu tertutup dan menekan angka 6.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

dewi Triana.A7710oursboleusiaku7
monolog dirinya sendiri, merapatkan selimut beraroma khas tubuh Kesya, bersiap menuju alam mimpi. Seorang lelaki paruh bayah berjalan sempoyongan menuju kamar yang terletak di ujung tangga, menggedor-gedor pintu bercat putih, seorang gadis remaja terkesiap mendapati pria mabuk berdiri di depan pintu kamarnya. "Mau apa kau!" seru gadis itu marah
9.911.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
ONE MORE TIME!

ONE MORE TIME!

Eriska dan Arziko saling tatap, dengan Arziko yang mengangkat satu alisnya. “Permainan baru akan dimulai, Arziko Pratama,” kata gadis itu dengan nada lantang. Tidak peduli jika Viona akan mendengarnya atau tidak. Membuat Arziko berdecak jengkel dan memutar tubuh untuk meninggalkan tempat tersebut. Dia mendadak was-was. ###
6.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Broken

Broken

Namun ia tak mengerti mengapa sahabatnya menolak saran darinya. “Reina Ananda... lo tuh emang belum berpengalaman dan belum mengerti. Lo harus tahu, kalau cewek itu gak boleh minta maaf duluan. Harus cowok yang minta maaf duluan.” Gadis itu langsung menganga mendengar penjelasannya sahabatnya. Ia tak mengerti mengapa harus lelaki yang meminta maaf lebih dulu. “Terus kalau kita yang salah, harus cowok minta maaf duluan juga?” tanya Reina. “Iya, harus cowok duluan. Pokoknya cewek gak boleh duluan minta maaf.”
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 455 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Castle

Castle

Tubuhku tidak bisa bergerak dan hanya ingin disentuh olehnya. Dengan perlahan dan lembut Tom mulai membuka pakaianku. Kemudian dia mengecup bibirku dengan lembut lalu bergerak ke leherku dan dadaku. Tanganku bergerak untuk melepaskan pakaiaan yang ia kenakan.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
WRONG TURN

WRONG TURN

Hal-hal yang mungkin sebagian bukan areaku tapi aku perlu tahu sebelum aku pulang. "Kurasa kau bisa menyebut ini sebagai permainan," Kataku dengan pelan melarikan tanganku ke salah satu kakinya yang telanjang dan berhenti di lututnya. Aku membuat lingkaran kecil di atas lututnya yang tidak diragukan lagi akan terasa geli untuknya. Dia mencoba mencoba menjauhkan kakinya dariku, mengerang saat dia menyadari kalau itu sama sia-sianya dengan mencoba melepas tangannya. "Permainannya disebut Truth and Reward." "Truth and Reward," Dia mengulangi kata-kataku dan kita berdua mengamati ereksinya menegang di bawah boxer sutranya.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 423 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesane
Aku langsung mengalihkan pandanganku. Mas Wira mengetuk-ngetuk kaca mobil di sebelahku. Aku otomatis menoleh dan menurunkan kaca jendela mobil. “Ayo, turun!” Aku menaikkan kaca jendalanya lagi, lalu membuka pintu mobil. Aku, Alfa dan Hafiz mengekori Mas Wira. “Mas, mau itu. Haus.” Aku menahan tangan Mas Wira agar berhenti dan menunjuk ke arah stan kecil yang menjual berbagai macam minuman.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
ESCAPE

ESCAPE

“Ayah selingkuh,” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Lisa yang kemudian hanya tersenyum sinis kepada Imelda. Namun bukannya marah, Ayah mereka hanya terlihat berusaha mengacuhkan apa yang Lisa katakan. Dengan senyum yang terukir di wajahnya, Ayah mereka mempersilahkan Imelda untuk masuk ke dalam rumah. Dengan mencoba mengirimkan kode keras kepada Lisa, Ranti menyuruh agar Lisa segera pergi dari sana dan masuk ke kamarnya. Namun Lisa bersikeras untuk menolak, yang dilakukan Lisa adalah mencoba untuk ikut duduk serta memperhatikan apa yang akan Ayahnya lakukan. Kali ini Lisa bertanya-tanya, permainan seperti apa yang akan Ayahnya dan Tante Imelda mainkan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Tapi kebosanan nya tiba-tiba sedikit berkurang, kini matanya teralihkan kepada seorang gadis remaja yang tengah berjalan mendekati kedai yang sedang dia tempati. Langkah gadus remaja itu pelan, jari jemarinya saling memainkan satu sama lain. Tiba-tiba langkah kaki gadis remaja tersebut terhenti, satu kaki di mainkannya tampak ragu seperti ingin mendekat atau tidak.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
SEQUOIA

SEQUOIA

Ia mengangkat kepalanya walau dengan pipi merah. Matanya menangkap sang musuh tertawa bersama selir-selirnya. Membuat sudut bibir Joi terangkat. Tanpa aba-aba, Joi menendang sang musuh tepat di hidung, sampai tersungkur jauh ke belakang. Ia memandangi ketua geng wanita -wanita ribet itu tanpa ekspresi. Ia memegang pipinya yang sedikit nyeri. Mengacuhkan darah yang muncul dari hidung orang yang ditendangnya.
7.52.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status