Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MEMORY

MEMORY

Sedangkan Violet tersenyum senang. "Huft! Oke, kuat pelan sedang!" Ucap Danis. Dan yang lainnya dengan serempak mengeluarkan jari masing-masing. Danis mulai membaca mantra lagi dan berhenti di kata pelan. Mau bernafas lega pun tak bisa, karena mau pelan atau kuat sekalipun tak ada yang enak kalau di gelitik. "Kosong kosong satu...satu satu dua...dua dua tiga..." Ucap Violet dengan semangat tiap melakukan batu gunting kertas untuk menentukan berapa banyak hukuman yang di dapatkan para pemain.
9.93.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Dia hanya memeluk tubuh sendiri dengan mengamankan benda yang tadi dibeli. Sorot matanya tertuju ke depan jalan. Tak begitu banyak kendaraan yang tampak hilir-mudik di jalanan sana. Namun, bola mata Vitaloka terkunci di salah satu objek di seberang jalan tepat dekat toko roti. Vitaloka mengenali plat mobil dan mobil pajero putih tersebut. Bahkan dua orang yang baru saja memasuki mobil, dia mengenalinya. Itu Sebastian dan Nesya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Greedy

Greedy

gumam gadis itu. John membulatkan tangannya dan menempelkannya di mata seolah-olah sebuah teropong. Ia mulai mengamati mobil yang terparkir satu persatu. "Mobil sport? Ah, itu dia." John menunjuk mobil sport yang terparkir di sana. "Hanya ada satu mobil sport di sini. Pasti itu." John berjalan mendekati mobil Bara. Kaca mobil itu sangat hitam. Tidak terlihat ada apa di dalam sana dari luar. John membuka pintu dan dikejutkan dengan Bara yang memakai topeng.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Two Side

Two Side

Bidak pertama yang kalian kerahkan adalah pawn, yang maju hanya satu petak saja. Kemudian kamu kerahkan Knight untuk memancing bidaknya untuk membuka sebuah peluang. Berbeda denganmu, pria itu menggerakkan Bishop dan langsung melesat untuk mengunci pergerakanmu. Kalian sama-sama bermain dengan sangat teliti, dan mencoba untuk saling memahami pola pikir lawan. Hal itu terlihat jelas dari bagaimana kalian bermain dan menggerakkan bidak.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Another Maze

Another Maze

timpal Noel santai. Hans penasaran. Dia sama sekali tak merasakan perubahan maupun efek serangan Noel pada dirinya. Tanpa mengulur waktu, Hans kembali berkonsentrasi. Dia memanfaatkan kesempatan menyusun strategi. Hans terus mengamati lawannya, sembari mencari celah pertahanan Noel. Hans spontan meletakkan beberapa kartu transparan yang terselip dari armor mecha-nya, “Keluarlah Candies! Hajar monster ini tanpa ampun!” perintah Hans.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

Kejutan macam apa yang direncanakan oleh sang suami hingga masuk perumahan seperti ini? Tepat di depan rumah berlantai dua bercat putih, mobil berhenti. Pak Lana mengajak turun Sarti, yang masih terbengong-bengong. Pak Lana turun untuk membuka gerbang lalu naik mobil kembali dan mengendarai memasuki halaman teduh rumah mewah tersebut. Pria berkulit eksotis itu lalu memarkir mobil dalam garasi yang berada di sebelah kanan bangunan. Pak Lana turun dengan wajah semringah membukakan pintu untuk Sarti yang masih bengong menatap bangunan baru yang tepat di depannya. “Ayoo ... turun, Sayang! Surprise ada di dalam,” ucap sang suami sembari menggandeng tangan Sarti.
9.916.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 673 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
My First Night

My First Night

MALAM PERTAMA DENGAN DOSEN Bab 13 "Maaf, maaf, nggak sengaja!" Cepat kutarik diri ke belakang agar menjauh dari Pak Satya. Secepat kilat, ia yang tadi membungkuk pun langsung berdiri tegap. Dengan wajah pias dan salah tingkah. Jelaslah, dia salah tingkah. Karena tadi bibirnya dan bibirku tak sengaja bersalaman. Eh, bersentuhan maksudnya. Ini bukan karena sengaja, melainkan sebuah tragedi yang membuat aku akan tersudut dan akan menjadi tersangka lagi.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

tambah Kevin heboh, salah satu tukang kompor di geng mereka. “Mau taruhan? Kalau dia main sama gue malam ini, kalian bayar satu juta perorang. Kalau gue kalah, malam ini gue yang traktir gimana?” usul Ali tiba-tiba, mereka tampak antusias setuju dengan gagasan itu. Tidak akan rugi mengeluarkan uang jika mereka mendapatkan sebuah hiburan, Dido dan Adit merasa gelisah feeling mereka sudah tidak enak dan Shena belum kembali ke meja mereka, satu-satunya orang yang berani memberhentikan permainan gila ini ya cuma seorang Raden Akashena Kavi.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

"Abi jangan kasih kendor! Salip Devan!" "Harusnya gue yang asa di posisi Nia!" "Sadar posisi itu perlu!" Pritt! Suara peluit pertama berbunyi, bertanda pemenang pertama sudah memasuki gris finis yang tak lain Devan dan Sendy. Sendy turun dari punggung Devan dengan perasaan senang, tak lupa dia bertos ria dengan Devan. Alice menatap Gatha dengan heran, dia mengikuti arah pandangan Gatha sedetik kemudian Alice menganguk paham.
105.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
NINE

NINE

Tinggal menunggu waktu sebelum pelatuk ditekan, permainan dimulai. Esok, persis saat pergantian hari, sabit kematian 'The Number' akan diayunkan. Tepat di leher sang ketua. -=9=-
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai first move
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status