Red in Us
“Kai mau!”
Katha merasa kepalanya begitu pusing dengan segala keriuhan yang terjadi di sekelilingnya. Orang-orang itu tampak sibuk dengan berbagai hal, namun mulutnya tetap saja mengganggu dirinya yang setengah mati menahan rasa tidak nyaman dari kebaya yang dipakainya. Rabu memesan ukuran yang sedikit kekecilan. Em, bukan kekecilan, sih, karena Katha akhir-akhir ini betambah berat badannya. Tapi, ini juga salahnya karena terus menolak sewaktu pihak butik meminta fitting. Rabu sendiri tak mengatakan apa pun soal fitting dan membebaskan Katha. Sejak malam di Angkasa waktu itu, kecanggungan di antara mereka kian kental.
“Rabu jadi berangkat sama Langit, Mbak?”
Hot Chapters