Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Trapped

Trapped

Sebelum menutup pintu kamar, ia tersenyum sinis pada Queen. Saat pintu sudah tertutup, Rafael kembali menarik tubuh Queen dan mencengkeram pundaknya dengan kasar. Napas Rafael terengah, setengah menunduk mengawasi mata basah Queen. Tidak, Rafael tidak boleh lemah menatap air mata itu.
1010.0K viewsOn holdAdded to Library 219 Times as forced close
Read
+Library
FATAL OPTION

FATAL OPTION

Kenneth menepikan mobil. "Keluar!" "Apa ... kau ..." Sandera Kenneth terbata. "Dan jangan coba lari! Kau tak akan bisa lolos, kecuali aku melepasmu." Kenneth kembali memberikan gertakan. Sandera Kenneth berusaha bergegas keluar, tetapi ia sempat kesulitan ketika membuka pintu mobil yang sebenarnya sudah tak terkunci. Gerakannya tak kerkontrol, gusar. Setelah keluar, ia tanpa sadar membanting pintu mobil.
9.99.9K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as forced close
Read
+Library
Broken

Broken

teriak Rein. “Reina Vicasa, buka pintunya,” ucap Vian mulai tak bisa menahan emosinya. “Gak! Aku gak bakal mau buka pintunya,” teriak Rein menolak. “Rein, buka pintunya selagi papi masih bicara baik-baik sama kamu,” ucap Vian berusaha bersabar. “Aku bilang aku gak mau, pi. Aku gak mau!” teriak Rein. Meski Vian sudah berusaha bersabar, namun gadis itu tetap saja tak mau membukakan pintu untuknya.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as forced close
Read
+Library
Fake

Fake

Ali mendekati Dido dan Adit. “Dicoba aja dulu,” lanjutnya, tak menyerah membujuk kedua temannya itu. “Sorry bang, gue lagi miskin nih kagak punya duit,” tolak Dido halus, yang disusul dengan anggukan Adit membuat Ali menghela nafas. “Oke, gue nggak bakal maksa. Tapi kalo lo mau hubungi gue.” Dido dan Adit mengangguk.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as forced close
Read
+Library
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Miko mendekatkan bibirnya ke telinga Eza, “kalo lagi panik gitu, tuh, suka gak waras.” Eza hanya melipat tangannya di depan dada melihat Regar yang masih kesulitan membuka pintu. “Susah amat, sih!” Regar mengeluh frustasi, “bantuin, dong, malah diem, susah, nih!” seru Regar melihat kedua temannya yang hanya berdiri seperti sedang cosplay jadi manekin. “Kunci,” ucap Eza santai. Regar langsung menghentikan aksinya yang tidak berguna itu. Ia baru ingat jika pintunya terkunci. Pantas saja dari tadi pintunya tidak bisa dibuka.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as forced close
Read
+Library
UNPLACED

UNPLACED

kata sebentuk suara. Sebelum pintu tertutup, Vika menyaksikan wajah Arman yang memucat. Samar-samar dari pintu kaca yang buram, dia mendapati laki-laki itu membungkuk berulang kali sembari menyebutkan, “Maaf.” Vika menarik pintu sebelahnya demi mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Lalu, wajahnya ikut memucat begitu sosok pemilik suara itu terpantul di bola matanya.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as forced close
Read
+Library
TERPAKSA

TERPAKSA

“Fii kamu tidak boleh pergi!” “LEPASSS!!!” “SAYA TIDAK AKAN BIARKAN KAMU PERGI!!!” “LEPASS!!!” Aku mengigit sebelah lengan beliau dengan cukup kuat membuatnya memekik kesakitan dan melepaskan tubuhku. Aku berlari keluar menyusuri tangga, Pak Manager mengejarku dengan memegangi sebelah lengannya, menjambak kembali sisi bajuku saat aku meraih daun pintu.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as forced close
Read
+Library
Exit

Exit

April berteriak, berjalan ke arahku dengan wajah sumringahnya. Belum sempat aku membuka suara memberi selamat. April sudah dulu memeluk tubuhku erat hampir susah bernafas, aku yang tidak punya tenaga besar membalas pelukan dengan menahan nafas. “Aku berhasil lagi. Terima kasih, ya.” April melepaskan pelukan, membuatku merasa lega bisa bernafas lancar. “Kan, apa aku bilang,” ujarku masih mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as forced close
Read
+Library
WRONG TURN

WRONG TURN

Luke menyimpan lencananya kembali. Yep. Pria ini jelas sedang mabuk atau mungkin gila. “Maaf, tapi aku tidak bisa membantumu.” Aku menutup pintuku dengan cepat dan menyandarkan punggungku di daun pintu, untuk beberapa saat menarik napas dan menghembuskannya, meyakinkan diriku sendiri kalau aku membuat keputusan yang benar. Aku tidak ingin berurusan dengan Dean lagi, dia sudah mematahkan hatiku dan aku tidak berutang apapun padanya.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 365 Times as forced close
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status