Menyerah
Melukai perasaannya.
Ku abaikan Dita yang masih terisak-isak, berjalan menuju mobil, dan melajukannya ke arah garasi. Dia masih berdiri di tempatnya, saat aku akan menutup pintu pagar.
"Maaf Ta, sudah malam. Aku kunci dulu pintunya," ucapku tanpa merasa berdosa.
Dita menatapku sendu, tanpa bicara sepatah kata, dia berlalu. Tak lama kemudian mobilnya melaju kencang membelah jalan.
Hot Chapters