Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

“Lihat ini.” Di layar ponsel terpampang jelas tangkapan kamera wartawan—adegan dua pengantin wanita saling bertukar buket bunga. Terlalu jelas. Terlalu nyata. Bahkan mata Adeline di balik kerudung putih itu tampak begitu gamblang. Felix berusaha keras menyangkal, tapi gambar yang ada di depannya tak memberi ruang untuk penolakan. Pandangannya seketika menggelap. Sekretarisnya cepat-cepat menopangnya. “Tuan Felix.”
9.2233.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai foto buket bunga
Baca
+Pustaka
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Aku menemani Marissa dan meletakkan karangan bunga di sebuah batu nisan yang berukir nama Rangga. Ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kematian, dan beberapa hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Tapi, aku menatap Marissa dengan lembut. "Aku hanya berharap putriku aman dan bahagia."
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai foto buket bunga
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Pria itu tidak perlu bimbang lagi karena dia memastikan buket itu diterima ke pemiliknya. “―ya? Gerah banget nih apalagi prakiraan cuaca ini gak hujan … eh apa ini?” gerutu Irene namun berakhir bingung. Hal ini karena tiba-tiba saja ada buket bunga di tangan sang puan. Dia tidak tahu pasti kapan ada yang menaruhnya. Dia juga tidak tahu siapa yang memberikan. “Kembalilah, Rene! Udah selesai,” seru Sagara dari jauh dan setengah kencang.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai foto buket bunga
Baca
+Pustaka
Atasanku, Suami Keduaku

Atasanku, Suami Keduaku

Wanita pemilik toko bunga mengusap bingkai tempat ia menempelkan puluhan foto pasangan di sana. “Apa Anda punya syarat tertentu agar foto bisa diletakkan di sana?” Arsya menjadi tertarik. “Sedikit contoh … saya menganggap cerita mereka sangat unik. Si pria tidak menyadari dirinya sudah bertahun-tahun jatuh cinta sampai dia rela menunggu si wanita dari remaja hingga tumbuh menjadi wanita dewasa yang sangat cantik. Dan … soal syarat agar foto pasangan saya letakkan di sini? Sebentar saya akan mengambil sesuatu.” Wanita pemilik toko bunga masuk ke bengkel kecilnya di sudut ruangan dan keluar dengan sebuah buket bunga yang sangat cantik. Ia menyerahkan buket bunga itu pada Arsya.
9.9357.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai foto buket bunga
Tampilkan Ulasan (189)
Baca
+Pustaka
juskelapa
Hai, pembaca. Kita sudah sampai di bab 280. Sekarang kita memasuki penghujung cerita Arsya-Indah. Terus dinantikan ya. Doakan setelah cerita ini selesai juskelapa menulis cerita baru sesuai rencana. Terima kasih untuk dukungan dan doanya selama ini.
Uswatunhasanah
isinya sangat mengharukan,rangkaian kata perkalimatnya mudah dimengerti .mudh dicermati,bahasanya ringan ,alurcerita membuat ketagihan dengan klanjutannya.dan yg oasti tidak mudah ditebak isi dan endingnya..
Baca Semua Ulasan
Nona, Tuan CEO Ingin Lebih dari Semalam

Nona, Tuan CEO Ingin Lebih dari Semalam

Wanita itu berdiri kaku sebelum buket bunga mawar merah di tangannya terjatuh di lantai dan ia menatap takut pada Gerald. "Ke-kenapa ada banyak fotoku dengan editan tidak senonoh seperti ini, i-ini ... dari siapa, Gerald?”
9.8110.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai foto buket bunga
Baca
+Pustaka
Menantu Tak Ternilai

Menantu Tak Ternilai

kata Bastian, setuju dengan apa yang disarankan oleh Laura. "Baiklah aku akan cari dulu di internet," ucap Laura. Dan ketika mereka sudah berada di dalam mobil, Laura menunjukkan sebuah buket bunga yang terdiri dari beberapa rangkaian bunga mawar pink, tulip, cymbidium, lily, hortensia, dan baby's breath. "Bapak lihat ini deh, bagus dan lucu banget. Kayaknya cocok sama bu Alexa yang berwarna dan ceria," ucap Laura seraya menunjukkan gambarnya kepada Bastian.
8.130.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai foto buket bunga
Baca
+Pustaka
GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

Terakhir kuikat ujung buket dengan pita merah muda untuk mempermanisnya. Setelah puas dengan hasil akhirnya, seperti biasa aku meminta tolong pada Audrey untuk mengambil foto tanganku yang memegang buket tersebut sebagai portofolio yang nantinya akan kuunggah ke media sosial MarigoldFlorist.jkt. Kulihat jam dinding yang berada di atas pintu masuk toko dan ternyata masih tersisa 10 menit sebelum pelanggan pria tadi datang mengambil pesanannya.
10695 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai foto buket bunga
Baca
+Pustaka
Dokter Tampan Pemikat Wanita

Dokter Tampan Pemikat Wanita

"Sudah mau pulang?" Pemuda yang menemui Caca meletakkan buket bunga di nakas. Bukan hal yang spesial, sih, hanya paduan krisan dan aster yang biasa ditemukan dalam acara-acara keluarga. Raut yang terbentuk di wajah Caca menyiratkan kebingungan. Dia melihatku dan si pemuda bergantian. "Bagaimana kamu bisa ada di--"
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 505 kali sebagai foto buket bunga
Baca
+Pustaka
KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

Jalur pejalan kaki meliuk di antara taman bunga, melewati patung-patung batu unik, bangku ukiran kayu, dan kolam kecil berisi koi. William mengambil kamera dari ranselnya. “Kita harus ambil foto di bawah pohon sakura itu. Cahaya pagi ini sangat sempurna.” Amelia merapikan rambutnya dan tersenyum. “Aku merasa seperti pengantin baru lagi. Oh, tunggu, memang iya.” “Ha-ha-ha!” Mereka tertawa bersama, lalu berpose berdiri di bawah lengkungan ranting sakura yang bermekaran.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai foto buket bunga
Baca
+Pustaka
DALAM DEKAP LUKA

DALAM DEKAP LUKA

Ratusan jenis bunga beraneka warna tertata apik di setiap sudut kebun, dari anggrek bulan yang anggun hingga lily yang menjulang tinggi, seolah sebuah lukisan hidup yang sempurna. Belum lagi suara gemericik air mancur di tengah kebun menjadi melodi latar yang menenangkan, berpadu dengan bisikan angin yang menggoyangkan dedaunan. Di salah satu gazebo putih yang dihiasi rambatan bunga kertas, Bu Sumitra dan Onella Wijaya tampak sedang menikmati sajian teh dan kudapan ringan di sore hari. Cangkir-cangkir porselen antik berukirkan motif bunga melati tersaji di atas meja marmer, ditemani aneka kue kering dan camilan manis kesukaan sang tamu.
998 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai foto buket bunga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status