Sentuh Aku, Om Dokter!
Ceklek~
Suara gagang pintu diputar pelan, diikuti daun pintu yang terbuka perlahan. Dari baliknya, Bunda telah berdiri dengan tenang. Di tangannya tergenggam sebuah buket bunga mawar merah berukuran sedang, kelopaknya tersusun rapi dan tampak begitu segar, seolah baru saja dipetik pagi ini.
"Ini ada kiriman bunga dari toko Bunda untukmu, Nak." Dia mengulurkannya ke arahku.