KEMBALINYA SANG RATU
“Karena langit tidak pernah menolak siapa pun. Dan bumi selalu bersedia menjadi papan tulis.”
Jun Hoo memejamkan mata sejenak, lalu membuka sebuah map usang. Di dalamnya, sebuah foto tua: seorang wanita tua berkimono Korea dengan mata seperti lautan yang menyimpan musim gugur.
“Itu ibuku,” katanya. “Nenekmu, Lintang. Ia tinggal di Gangwon-do, di lembah yang dinginnya memeluk tulang. Ia pernah berkata, suatu hari cucunya akan membawa cahaya ke tempat salju tak lagi percaya pada matahari.”