Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Luka Yang Dirindukan

Luka Yang Dirindukan

Ingin jalan-jalan, memburu makanan yang sulit sekali ditemukan ketika ia tinggal di luar negeri, menghubungi teman-temannya, dan banyak lagi hal yang bahkan belum tercatat di otak. Fery hanya tertawa mendengar ocehan adiknya yang terasa konyol. “Udah kayak bocah aja kamu, Vin. Apa-apa dihafal, dibaca, dan diyakini bakal terealisasi. Haduh, parah.” Tawanya menggelegar memenuhi ruangan. Dan bersambut di ruang utama. Ibunya juga ikut tertawa. Fery terduduk di sofa mini tak jauh dari ibunya. Masih tertawa.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 233 Times as fun fact lucu
Read
+Library
LIKA-LIKU HIDUP MAMAN

LIKA-LIKU HIDUP MAMAN

Terlihat seorang pria bertubuh gempal berkulit kecoklatan dengan kumis tebal berkacak pinggang, pria itu adalah Richard, termasuk salah satu karyawan senior data control karena lebih dulu masuk ke tim data control dibanding Maman. "Halo Richard." Sapa Maman "Ramah sekali koordinator kita ini!?." Kata Richard dengan sinis sambil tertawa mengejek. Sekumpulan karyawan data control ikut tertawa mendengar kata-kata sinis Richard. Maman hanya dia sambil menatap Richard. "Eh jangan tidak sopan sama koordinator kita!." Kata salah seorang karyawan, namun Maman tahu kalimat itu bukan untuk memperingatkan Richard tapi sebuah kalimat mengejek.
9.614.3K viewsOngoingAdded to Library 499 Times as fun fact lucu
Read
+Library
Sang Pengantin Lucchesi

Sang Pengantin Lucchesi

jelas pria yang mungkin bernama Luca itu. Tapi kini Liz lebih tertarik ke satu fakta yang baru saja disemburkan oleh pria itu. “Apa kau baru saja bilang keponakan? Bayiku adalah kepo—” “Iya, tidak bisa dipercaya bukan kalau Robin bajingan itu adikku? Kami memang tidak terlihat mirip dan betapa senangnya aku mengetahui fakta yang tidak bisa diganggu gugat itu,” celoteh Luca. Pria itu memberi semacam isyarat pada si pria pirang.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as fun fact lucu
Read
+Library
Ludus

Ludus

jelas Lili sambil membongkar kereseknya. Dengan santai Satya mengambil air mineral dari tangan Lili kemudian meminumnya. Lili mendengus kala air mineral yang ia buka direbut oleh kakak sepupu sahabatnya. "ga ada tenaga buat buka botol air mineral ya?" sindir Lili kesal. "ibadah Li," ujar Satya membuat tawa Bintang pecah, receh sekali humor Bintang ini.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as fun fact lucu
Read
+Library
Luka dan Rahasia

Luka dan Rahasia

Walaupun ia tahu gadis itu hanya berbisik-bisik pada Bryan, tapi ia cukup mendengarnya dengan jelas. Bryan yang gemas dengan tingkah Lizzi mendekatkan wajahnya pada pipi gadis itu, memberi kecupan-kecupan kecil pada gadis kecil yang sedang fokus pada filmnya. “Kamu tuh berisik banget tau nggak?” Ucap Bryan di telinga Lizzi. “Ini filmnya lucu banget, Bry.” Bisik Lizzi. “Iya, aku tau. Tapi dari tadi kamu komen terus.” Canda Bryan.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as fun fact lucu
Read
+Library
Mendadak Jadi Pengantin Pengganti

Mendadak Jadi Pengantin Pengganti

Wajahnya cemberut usai berdecak lagi. “Kamu ingin tahu jawabanku?” tanya Lucy sambil menatap jengah. “Terserah!” “Oke, oke, aku akui mereka memang cocok. Perpaduan antara si tinggi dan si pendek, lalu sikecil dan si kekar. Haha!” Lucy mendadak tertawa dengan ucapannya sendiri. Satu ujung bibir Luna sudah terangkat lalu tiba-tiba mengangkat kepalan tangan sambil mendelik. Dia tidak melayankannya pada Lucy, tapi hanya memamerkan kepalan tepat di depan wajah Lucy.
9.619.7K viewsCompletedAdded to Library 630 Times as fun fact lucu
Read
+Library
Luka Itu Bernama Kamu

Luka Itu Bernama Kamu

Pergi setelah mempertaruhkan hidupnya untuk melahirkan seorang anak yang bahkan belum sempat ia peluk. Sekar menutup wajahnya dengan kedua tangan. Bahunya bergetar. Di kepalanya terngiang suara Luna beberapa hari lalu, bercanda sambil mengeluh lelah. “Kalau anak aku cowok, jangan sampai mirip aku ya, Sekar. Aku udah capek banget.” Sekar tersenyum getir di tengah tangisnya. “Lun… anak kamu cowok,” gumamnya lirih.
563 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as fun fact lucu
Read
+Library
Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

jelas Rookie mencoba se-spesifik mungkin. “Lalu kenapa ekspresimu seperti itu? aku tahu kau nyaris tertawa tadi.” Lucy masih belum sepenuhnya membuang nada sinis dari suaranya. “Karena kau lucu, Lucy,” jawab Rookie dengan jujur. Lucy mendelik pada Rookie. Delikan yang membuat lelaki itu langsung mundur selangkah. “Memangnya kau pikir aku sedang melucu?” “Tentu saja tidak, bukan begitu, Lucy,” sergah Rookie. “Kau perempuan yang paling menggemaskan yang pernah aku kenal.”
94.5K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as fun fact lucu
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status