LAILA
Perintahku karena keinginanku tahu tentang ibu sangat tinggi.
Indri terlihat ragu, "Baiklah, aku tunggu kamu di tempat kita turun dari angkot tadi." Lalu dia meninggalkan kami.
Wanita itu tersenyum, "Namaku Gina."
Aku membalas senyumannya.
Dia kemudian cerita, "Kuburan ibumu pasti dibongkar oleh ayahmu Wira. Dia sama setianya dengan kembarannya..."
Aku kaget, "Ayahku punya kembaran? Ibu tidak pernah cerita."