Di Ranjang Majikanku
Binar mulai merasa seperti hanya menjadi tempat pelampiasan Bhaga dari frustasi pernikahan dan tekanan pekerjaan.
Saat turun ke dapur, tatapan para pembantu lain terasa lebih menusuk dari biasanya. Seorang pembantu muda, berbisik keras cukup untuk didengar, "Wah, jalannya kayak lagi sakit punggung ya? Kerja keras benar semalam."
Tawa cekikikan kecil menyertainya. Binar menunduk, pipinya memerah.
Maryam menghampiri, wajahnya dingin. Tidak seperti biasanya, kepala pembantu itu tidak menegur para pembantu lainnya yang sibuk bergosip.