Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Penembak itu adalah pria muda, mengenakan pakaian gelap tanpa identitas, tetapi ia menggenggam erat sebuah jimat kecil yang tergantung di lehernya: ukiran kepala Ganesa, yang anehnya, sangat familiar. “Lihat ini, Raka,” panggil Kirana. “Dia salah satu Anak Banyu. Mungkin.” Raka memeriksa jimat itu. Matanya membesar. “Ini bukan ukiran biasa. Ini ukiran yang hanya dibuat di sanggar ayahku. Dan Ganesa… ayahku selalu berkata Ganesa adalah pembuka tabir, tapi juga pelindung pintu rahasia.”
932 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai gambar rebana
Baca
+Pustaka
Vokalis Culas, Aku Bukan Istrimu

Vokalis Culas, Aku Bukan Istrimu

Astaga. Suara tepuk tangan di sekeliling kami menggema menyemangati. Rigen menyeringai, sementara di hadapanku ada Mba-Mba yang secara harfiah, dadanya menonjol seperti menantang, beliau menggunakan pakaian yang disebut bedlah, terdiri dari satu set bra yang dihias, sabuk pinggul, dan rok serasi sebagai bagian atraksi dari belly dance. Aku meringis, melirik dadaku sendiri, mendadak merasa insecure. "Kamu gemesin." Bas menyemangati dengan mata berbinar. Wajahku panas.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai gambar rebana
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Icank Hanafi
ceritanya super keren.. nyesel kloga baca, othor cici itu fav gw banget, rela baca on goin cuman bwt bacakarya othor cici doang, yg lain ogah gw krn semenarik itu karya2nya gaya bahasanya ga ribet, lugas to the point ga menye2 dan bs kebayang sprti apa situasi ceritanya.. pokoke love banget sm karya
Daniel&Mutia Official
di novel" Cici ini tuh bikin sedih kalo novelnya selesai, sedih gitu pengennya ada terus, bikin pengen baca ulang lebih dari 1x,aku pikir kurang tertarik soal band ,JD ku tunda baru baca sekarang eh ternyata baper parah huhu
Baca Semua Ulasan
Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

“Tentu saja… Tidakkah kau merasa ada irama dasar dengan tujuh ketukan dari musik pengiring surgawi yang sedang mengalun di seantero negeri kita ini sekarang? Apa pun rumus musiknya – musik cepat atau musik lambat – semuanya tetap dimainkan dengan irama dasar tujuh ketukan. Tujuh ketukan itu melambangkan tujuh elemen dasar yang tersebar di seantero negeri kita ini, Reynold.” Reynold Sahah mangut-mangut mendengarkan penjelasan dari sahabat karibnya. “Sepertinya simbal naga kecil dan gong naga kecil itu berpasangan ya… Simbal naga besar dan gong naga besar juga berpasangan. Ada dua pasang barang pusaka di sini dengan tambur naga sebagai pusatnya.”
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai gambar rebana
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Folder isinya penuh gambar moodboard, foto taman outdoor, lampu gantung warm tone, kain putih, bunga pastel, sampai tulisan tangan. “Alma suka yang simpel, tapi elegan.” Reina menahan napas. “Gue… gue beneran diberi akses rahasia negara.” Rian ngangguk serius. “Iya. Dan kalau lo bocor, kita semua di penggal pakai stapler.” Revan memerhatikan satu gambar dengan latar danau kecil. “Ini kayak tempat yang gue cek sama Gio kemaren. Suasananya cakep… cuma agak jauh dari kota.”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai gambar rebana
Baca
+Pustaka
Love You Aleea

Love You Aleea

ucap Mas Steven. "Terus diiringi apa?" tanya Bang Ali sambil memajukan badan. "Rebana," jawabku. "Gendang," timpal Linda. "Drum," balas Mas Steven. "Yang paling pas itu beduk," papar Mas Fa yang membuat kami kembali tergelak.
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai gambar rebana
Baca
+Pustaka
DUKUN 99

DUKUN 99

Obor bambu dengan nyala yang hampir redup, menggantung di beranda sempit gubuk itu. Gubuk itu dikelilingi oleh tiga batang pohon gayam yang menjulang tinggi. Kala tiba di area beranda, sudah ada dua makhluk menunggu giliran dirias. Yang satu adalah perempuan cantik, menyerupai arwah Noni Belanda. Satunya lagi, perempuan gaib menyerupai wanita kejawen. Ia memakai kemben warna kuning gading dengan rambut berurai panjang karena belum disanggul.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai gambar rebana
Baca
+Pustaka
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

"Gunakan canvas dan cat air yang pernah kuberikan kepadamu." "Eh... apa maksudnya?" Bening merasa tersesat. Apalagi pria tinggi itu langsung keluar dari toko begitu saja. "Canvas dan cat air?" Gumam Bening masih kebingungan. "Kamu mengenalnya, Bening?" Tanya Raina. Bening hanya menggeleng. Ia lalu mencoba mencerna ucapan pria itu barusan. "Lukisan.. Canvas..." oh, Bening sampai menutup mulutnya dengan terkejut. Apa mungkin itu Reyhan? Pria yang sudah memberikan alat melukis untuknya. "Pantas saja.."
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai gambar rebana
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

#Pura_Pura_Rebahan Part 7 : Ide Gila Tuan Kreb ‘Braaakk!!!’ Terdengar suara pintu terbuka lalu ditutup dengan sangat keras, alias dibanting. Aku hanya melengos dan sudah tahu pelakunya itu, siapa lagi kalau bukan suamiku, Si Tuan Kreb alias Muhammad Nizar Iskandar, SE. Aku yang sedang rebahan di depan televisi tetap anteng saja dengan menatap sinetron chanel udang terbang, dua putriku sedang bermain boneka di kamar.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 752 kali sebagai gambar rebana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status