Can I Call You BABY ?
Tidak perduli seberapa kencang aku tertawa, selebar apa aku tersenyum, sesibuk apa pekerjaan yang kulakukan masalah tetaplah masalah yang senantiasa muncul kapan saja dan dimana saja lalu sulit untuk disembunyikan begitu saja.
"Whoa ya enggak dong! Gak bisa bedain orang yang lagi bahagia sama orang yang lagi sedih?" Meski sudah ketahuan, aku masih berusaha untuk terus beralibi.
"Bisa. Bisa banget bedain orang yang senyumnya tulus dan senyum kepaksa. Bibir lo senyum tapi mata lo nangis Deb."
Ekspresi muka ku mulai datar, aku tidak ingin lagi berpura-pura bahagia dengan selalu tersenyum jika teman ku saja tahu bahwa aku sedang tidak bahagia.