Kelana Nirbatas
Senin pagi, 3 Agustus 2020
Tumpahan cairan berwarna kecoklatan menghiasi meja kaca yang berada persis di depan seorang pemuda berpakaian putih hitam tanpa dasi, dua kotak bongkahan es batu yang kian mengerucut, mengecil karena mencair, terlihat di tengah-tengah genangan kecil itu. Es teh manis yang seharusnya sudah berada di lambungnya, membasuh melewati kerongkongannya, harus terpaksa direlakan kendati ia sangat mengharapkan, karena ia sedari pagi sudah pontang-panting mencari tempat tambal ban untuk motornya yang tertembus paku di jalan. Namun kesalahan kecil dari office boy itu bisa dengan mudah ia lupakan, karena dalam waktu dekat ia akan mendapat es teh manis pengganti.
Hot Chapters